Berita

Tatang Kurniadi

Wawancara

WAWANCARA

Tatang Kurniadi: Saya Sudah Pegang Dokumennya Tapi Belum Bisa Dipublikasikan

SELASA, 15 MEI 2012 | 10:29 WIB

RMOL. Publik begitu semangat ingin mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/5).

Namun Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi menga­ku tidak bisa mengetahui dengan cepat penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

“Untuk mendapatkan hasil in­vestigasi dibutuhkan waktu se­kitar satu tahun. Tidak bisa dike­tahui dengan cepat,’’ kata Tatang Kurniadi kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta,  Minggu (13/5).

Berikut kutipan selengkapnya:


Kenapa begitu lama?

Memang begitu. Banyak yang perlu diteliti. Makanya paling cepat 12 bulan seperti yang ter­tera dalam Annex 13 Internatio­nal Civil Aviation Organisation (ICAO).


Dengan adanya tim KNKT Rusia, bagaimana pembagian tu­gas dalam penyelidikan ini?

Kan ada aturan internasional­nya. Dalam Annex 13 ICAO negara di mana kecelakaan itu terjadi akan memimpin penyeli­dikan kecelakaan. Selain negara tempat kecelakaan terjadi, pihak-pihak lain yang dapat terlibat da­lam penyelidikan adalah negara di mana pesawat terdaftar. Ne­gara di mana operator pener­ba­ngan berasal, atau negara pesawat dirancang atau diproduksi.


Apa tidak bentrok?

Nggak. Annex 13 menetapkan bahwa negara-negara tersebut memiliki hak untuk menunjuk Per­wakilan Terakreditasi untuk penyelidikan.  

Perwakilan Terakreditasi di­bantu oleh penasihat mereka yaitu para peneliti. Mereka ber­hak untuk berpartisipasi dalam semua aspek penyelidikan.

Ketika kecelakaan terjadi da­lam teritorial Indonesia, Kemen­terian Perhubungan akan me­mimpin penyelidikan.


Akses penyelidikan apa saja yang dapat dilakukan tim Rusia?

Selama penyelidikan, penyidik   berhak atas semua aspek investi­gasi, di bawah kendali penyidik   yang bertanggung jawab. Secara khusus mereka diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ke­jadian untuk memeriksa reruntu­han. Memiliki akses ke semua bukti. Menerima salinan dari se­mua dokumen terkait. Berpartisi­pasi dalam readouts media reka­man. Berpartisipasi dalam off-scene kegiatan investigasi.

Misalnya komponen pemerik­saan, briefing teknis dan berpar­tisipasi dalam pertemuan per­kem­bangan penyidikan termasuk pertimbangan yang berkaitan dengan analisis, temuan, penye­bab dan rekomendasi kesela­matan.

Terbuka untuk melakukan dis­kusi dua arah antara para pe­ne­liti, dari awal selama fase pen­carian fakta sampai ke tahap analisis, selama penyelidikan ber­langsung.


Apa sebenarnya isi percaka­pan antara pilot dengan petu­gas Air Traffic Controller  se­belum kecelakaan?

Dokumennya sudah saya pe­gang, ada sama saya. Tapi saya belum bisa dipublikasikan. Nanti­lah dijelaskan ya.


Apa sebenarnya isi percaka­pan antara pilot dengan petu­gas Air Traffic Controller  se­belum kecelakaan?

Dokumennya sudah saya pe­gang, ada sama saya. Tapi saya belum bisa dipublikasikan. Nanti­lah dijelaskan ya.


Dengan penyelidikan ini, apa­kah akan terungkap siapa ber­tanggung jawab dalam ke­celakaan ini?

Investigasi KNKT tidak ber­maksud untuk menentukan dan mencari kesalahan seseorang. Bukan untuk tujuan memproses kecelakaan tersebut ke penga­dilan. Pelaksanaan investigasi yang dilakukan KNKT selalu didasarkan pada tiga asas yang berlaku internasional yaitu no blame, no judicial, no liability. Yaitu investigasi atau penyeli­di­kan kecelakaan untuk mengung­kap apa, mengapa, dan bagai­mana kecelakaan tersebut bisa terjadi. Menemukan rangkaian pe­nyebab dan faktor yang ber­kon­tribusi terhadap kecelakaan serta memperbaiki sistem atau proses yang lemah dan keliru untuk dapat diperbaiki melalui suatu rekomendasi safety kepada semua instansi terkait.


Selain Rusia, apa ada negara lain yang terlibat dalam penye­lidikan ini?

Investigasi ini akan melibatkan tiga negara yaitu Indonesia, Rusia dan Perancis. Sebab, Perancis selaku pembuat mesin pesawat, sehingga wajar ikut melakukan investigasi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya