Berita

ilustrasi

Bisnis

Ikan Berlimpah Tapi Nelayan Kalbar Kok Banyak Yang Miskin

Menteri Cicip Gelontorkan Rp 48 Miliar
SELASA, 15 MEI 2012 | 09:15 WIB

RMOL. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus mening­kat­kan produktivitas dan nilai tambah industrialisasi perikanan di Kalimantan Barat (Kalbar). Ku­curan dana sebesar Rp 48 miliar diturunkan untuk mem­ban­tu para nelayan di daerah tersebut.

Produktivitas perikanan di Kalbar bisa dibilang cukup me­limpah. Masuk ke dalam zona III bersama Natuna, Karima­ta dan Laut China Selatan, potensi ikan tangkap di perairan Kalbar men­capai satu juta ton per tahun.

Menurut data Pemerintah Pro­vinsi Kalbar, tahun 2010 pro­duksi perikanan budidaya seba­nyak 21 ribu ton. Tahun 2011 meningkat menjadi 33 ribu ton atau naik 55 persen.

Namun, limpahnya hasil ikan tidak mengubah kesejahteraan hidup para nelayan Kalbar yang masih dilanda kemiskinan. Ma­sih banyak nelayan dan petam­bak di Kalbar yang hidup mis­kin. Untuk itu, KKP mengge­lontorkan dana Rp 48 miliar.

“Bantuan sebesar ini kami se­rahkan kepada kelompok-ke­lom­pok nelayan di kabupaten/kota di Kalbar,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Su­tardjo seusai menye­rahkan lang­sung bantuan tersebut kepada ke­lompok nelayan di Sta­siun Pe­ngawasan Sumber Daya Kelaut­an dan Perikanan (PSDKP) Pontia­nak, Jumat (11/5).

Bantuan untuk kelompok ne­layan Indonesia yang diang­gar­kan KKP, kata Cicip, guna me­ningkatkan kesejahteraan nela­yan yang tahun ini naik diban­ding 2011. Tahun lalu, KKP membe­rikan bantuan kepada sekitar 5.000 kelompok nelayan.

Tahun ini, KKP melakukan peningkatan baik jumlah ban­tuan maupun kelompok nelayan yang menerima, yakni sebesar Rp 790 miliar untuk sekitar 9.800 kelom­pok nelayan di seluruh Indonesia.

Wakil Gubernur Kalbar Chris­tian­dy Sanjaya mengucapkan te­rima kasih kepada Menteri Cicip yang telah memberikan perhatian serius bagi peningkatan kesejah­teraan ne­layan di Kalbar.

“Para kelompok nelayan itu bisa memanfaatkan bantuan tersebut, misalnya untuk pening­katan peralatan tangkap dan modal usaha,” ujarnya.

Menurut Cristiandy, berbagai upaya telah dilakukan Pemerin­tah Provinsi Kalbar guna me­ning­katkan kesejahteraan ne­layan. Se­perti memberikan ban­tuan pada lima kelompok nelayan berupa kapal motor bantuan de­ngan ka­pasitas 30 gross ton (GT). [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya