Berita

ilustrasi

Dunia

Sadis, 49 Mayat Tanpa Kepala Dibuang di Jalan Raya

SENIN, 14 MEI 2012 | 12:05 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Meksiko geger. Di kota ketiga terbesarnya, Monterrey, kemarin, ditemukan 49 mayat terpotong-potong dan tanpa kepala tergeletak di tengah jalan raya dekat perbatasan Meksiko-Amerika Serikat.

Seperti dikutip dari The Washington Post, jurubicara keamanan negara bagian Nuevo Leon, mengatakan bahwa akan sulit untuk mengidentifikasi korban. Mayat-mayat itu terdiri dari enam wanita dan sisanya pria dengan keadaan kepala, tangan dan kaki yang sudah dipotong dan mulai membusuk.

Sebuah tanda ditinggalkan para pelaku di TKP, yang seolah ingin menunjukkan identitas pelaku kekejaman itu adalah kelompok kartel bernama Zeta, yang dikenal paling kejam di negeri yang khas dengan sombrero-nya itu.


Kumpulan jenazah itu ditemukan kurang dari sepekan setelah pemerintah setempat memperpanjang kehadiran personil aparat keamanan di Nuevo Leon hingga bulan November. Presiden Felipe Calderon mulai mengirimkan polisi federal untuk melawan kartel narkoba yang terorganisir sejak 2006.

Tahun lalu, 193 mayat ditemukan di kuburan massal di daerah San Fernando di Tamaulipas. Satu tahun berselang, 72 orang dibantai di tempat yang sama.

Zeta merupakan kartel yang paling kejam di Meksiko, dipercaya bertanggung jawab atas semua kasus pembantaian yang terjadi. Mereka pun tidak hanya menjadi produsen narkoba, tapi juga terlibat dalam human trafficking, pencucian uang dan lainnya.

Belakangan ini semakin sering terjadi aksi pembunuhan di Meksiko, termasuk 23 mayat yang ditemukan di Nuevo Laredo dan 18 mayat yang termutilasi ditemukan sepekan kemudian di dekat Guadalajara, kota terbesar kedua di Meksiko.

Pada 2011 saja ada 26 mayat yang dibuang di tengah kota Guadalajara, dan sebulan kemudian, sedikitnya 60 mayat ditemukan di negara bagian Veracruz.

Jorge Domene, juru bicara bagian kemananan Nuevo Leon, menyatakan bahwa pembantaian yang terjadi merupakan kekerasan antar geng narkoba.

"Ini bukan serangan terhadap warga sipil," ujar Domene. [ald]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya