Berita

MS Hidayat

Bisnis

Bangun Industri Di Luar Jawa Hipmi Minta Dikasih ‘Gula’

SENIN, 14 MEI 2012 | 09:35 WIB

RMOL. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan per­sebaran industri ke luar Pulau Jawa harus agresif. Pasalnya, hing­ga kini pusat industri masih berada di Jawa.

“Saat ini peta industri 70 per­sennya masih berada di Jawa. Pada 2014 harus sudah bisa me­rata ke daerah,” ujar Menteri Perindustrian (Men­perin) MS Hidayat di Jakarta.

Menurutnya, pertumbuhan in­dustri manufaktur terus me­nga­lami pertumbuhan yang pe­sat. Dia mencatat, pertum­buhan in­dustri manufaktur pada 2011 men­capai 6,8 persen, lebih ting­gi dari pertumbuhan eko­nomi 6,5 persen. “Itu hampir tiga kali lipat sejak sebelum saya men­jabat (Menperin),” katanya.

Ia mengatakan, kawasan in­dus­tri yang ada di Jawa se­mua­nya sold out alias terjual habis, padahal har­ganya terus naik. Karena itu, ke depannya pem­bangunan kawasan industri mesti keluar Jawa.

Dia menargetkan, pada 2014 komposisi kawasan industri di Indonesia adalah 60 persen di Jawa dan di luar Jawa 40 persen. Untuk itu, dia berharapin­vestor manufaktur mulai me­man­faatkan peluang-peluang di luar Jawa.

“Diintensifkan di Suma­tera, Riau dan Kalimantan Timur. De­ngan demikian penyebaran in­dustri akan semakin merata,” jelas Hidayat.

Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengatakan, pihak­nya mendukung rencana peme­rintah melakukan pemerataan pembangunan kawasan industri ke luar Jawa. Namun, pemera­taan pem­bangunan kawasan industri tidak akan berjalan mak­simal jika pemerintah tidak memberikan isentif. Apalagi Jawa populasi pen­duduknya be­sar, sehingga men­jadi magnet bagi para pe­ngu­saha untuk me­ngem­bangkan industrinya.

“Harus ada insentif fiskal dan kemudahan permodalan. Salah satunya adalah keringan bu­nga,” kata Harry kepada Rakyat Merdeka.

Harry juga mengatakan, ken­dala utama pengusaha untuk ber­investasi di luar Jawa adalah ma­salah infrastruktur.

“Untuk menarik pengusaha pemerintah harus kasih gulanya. Biasanya kalau ada gula, semut mengumpul,” jelasnya.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya