MS Hidayat
MS Hidayat
RMOL. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan perÂsebaran industri ke luar Pulau Jawa harus agresif. Pasalnya, hingÂga kini pusat industri masih berada di Jawa.
“Saat ini peta industri 70 perÂsennya masih berada di Jawa. Pada 2014 harus sudah bisa meÂrata ke daerah,†ujar Menteri Perindustrian (MenÂperin) MS Hidayat di Jakarta.
Menurutnya, pertumbuhan inÂdustri manufaktur terus meÂngaÂlami pertumbuhan yang peÂsat. Dia mencatat, pertumÂbuhan inÂdustri manufaktur pada 2011 menÂcapai 6,8 persen, lebih tingÂgi dari pertumbuhan ekoÂnomi 6,5 persen. “Itu hampir tiga kali lipat sejak sebelum saya menÂjabat (Menperin),†katanya.
Ia mengatakan, kawasan inÂdusÂtri yang ada di Jawa seÂmuaÂnya sold out alias terjual habis, padahal harÂganya terus naik. Karena itu, ke depannya pemÂbangunan kawasan industri mesti keluar Jawa.
Dia menargetkan, pada 2014 komposisi kawasan industri di Indonesia adalah 60 persen di Jawa dan di luar Jawa 40 persen. Untuk itu, dia berharapinÂvestor manufaktur mulai meÂmanÂfaatkan peluang-peluang di luar Jawa.
“Diintensifkan di SumaÂtera, Riau dan Kalimantan Timur. DeÂngan demikian penyebaran inÂdustri akan semakin merata,†jelas Hidayat.
Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengatakan, pihakÂnya mendukung rencana pemeÂrintah melakukan pemerataan pembangunan kawasan industri ke luar Jawa. Namun, pemeraÂtaan pemÂbangunan kawasan industri tidak akan berjalan makÂsimal jika pemerintah tidak memberikan isentif. Apalagi Jawa populasi penÂduduknya beÂsar, sehingga menÂjadi magnet bagi para peÂnguÂsaha untuk meÂngemÂbangkan industrinya.
“Harus ada insentif fiskal dan kemudahan permodalan. Salah satunya adalah keringan buÂnga,†kata Harry kepada Rakyat Merdeka.
Harry juga mengatakan, kenÂdala utama pengusaha untuk berÂinvestasi di luar Jawa adalah maÂsalah infrastruktur.
“Untuk menarik pengusaha pemerintah harus kasih gulanya. Biasanya kalau ada gula, semut mengumpul,†jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16