ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Kementerian Keuangan (KemenÂkeu) meminta Kementerian/LemÂbaga (K/L) tidak menambah pagu anggaran dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (DIPA APBNP) 2012. Hal ini untuk menjaga defisit tidak melebihi 2,23 persen.
Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Purnomo mengatakan, langkah penghematan anggaran yang telah dilakukan sebelumnya masih tidak cukup untuk mengÂkomÂpensasi melonjaknya subsidi BBM di saat harga minyak dunia melonjak.
“Saya kira K/L diminta untuk berÂhemat. Jangan sampai nanti ada keinginan untuk menambah pagu. Kalau ada kebutuhan haÂrus ada efisiensi internal, miÂsalnya anggaran perjalanan dinas dikuÂrangi,†ujar Herry.
Dia juga mengatakan, K/L tiÂdak bisa menolak anggarannya dipoÂtong untuk program pengÂheÂmatan. Apalagi, tahun ini peÂmeÂrintah menargetkan Rp 18,9 triÂliun dalam pagu yang sudah tidak bisa diutak-atik.
Menurut Herry, saat ini peÂmerintah sudah melihat potensi angÂgaran dalam APBN yang bisa dikorbankan untuk program pengÂÂhematan. Anggaran yang bisa dihemat adalah cadangan beÂlanja pegawai. Selain itu, maÂsih ada beberapa pengeluaran yang bisa dibekukan.
Sebagai payung hukum pengÂheÂmatan anggaran K/L, Herry mengatakan, dalam waktu dekat ini akan ada Instruksi Presiden (Inpres). “Kami sedang mengÂusulkan Inpres untuk mengatasi itu. Kemarin ada K/L yang mau minta lagi, itu nanti ada peneÂgasan tidak bisa, harus tetap diÂlakukan pemotongan karena ini bagian dari Undang-Undang APBN,†jelasnya.
Kepala Badan Kebijakan FisÂkal Kemenkeu Bambang BrodjoÂnegoro mengatakan, pemerintah akan tetap menjaga defisit berada pada level yang telah ditargetkan pemerintah sebesar 2,23 persen.
Menurut Bambang, untuk meÂnuÂtupi beban anggaran peÂmeÂrintah terkait terus memÂbengÂkaknya anggaran subsidi, pihakÂnya akan memotong anggaran non prioritas.
“Kita akan atur tidak kesitu (pemÂbengkakan). Pokoknya cuÂkup, sudah jangan bikin sinyal-sinyal aneh penerimaan kan akan nambah,†pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00
Senin, 12 Januari 2026 | 23:31
Senin, 12 Januari 2026 | 23:23
Senin, 12 Januari 2026 | 23:21
Senin, 12 Januari 2026 | 23:07
Senin, 12 Januari 2026 | 23:00
Senin, 12 Januari 2026 | 22:44
Senin, 12 Januari 2026 | 22:20
Senin, 12 Januari 2026 | 22:08