Berita

Francois Hollande dan Va­lerie Trierweiler

Dunia

Presiden Prancis Hidup Bersama Pacar Tanpa Menikah

Kunjungan Kenegaraan Hollande & Pacar Pusingkan Tuan Rumah
MINGGU, 13 MEI 2012 | 10:39 WIB

RMOL. Menjadi presiden Prancis pertama yang tidak menikah bukanlah hal mudah. Di dalam negeri dia menang bisa tenang. Tapi jika berkunjung ke negara lain, Francois Hollande bakal bikin pusing tuan rumah.

Francois Hollande dan Va­lerie Trierweiler hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Hal ini melengkapi julukan Hollande sebagai pencetak sejarah, selain sebagai pre­siden dari kubu So­sialis dalam 20 tahun terakhir. Dia juga menjadi penghuni Istana Elysee pertama tanpa ikatan per­nikahan dengan pa­sangannya.

Hollande bukan tipe pria yang suka terikat pernikahan. Pemim­pin Partai Sosialis, pemenang pilpres 6 Mei, menghabiskan 30 tahun hidup bersama Segolene Royal, ibu dari empat anaknya. Keduanya berpisah pada 2007 setelah Royal gagal mencalonkan diri dalam pemilu presiden.

Setelah itu, Hollande tinggal bareng pacar lainnya, jurnalis Paris Match Trierweiler (47), ibu tiga anak yang menjanda dua kali. Ada kabar bagus terkait hubung­an asmara mereka. Keduanya be­rencana mengukuhkan hubungan sebagai suami istri sebelum Hol­lande diambil sumpah seba­gai presiden pada 15 Mei. Namun, ba­­nyak yang meragukan itu.

Jika Trierweiler tidak juga me­resmikan hubungannya de­ngan Hollande, ini akan menjadi hal yang memalukan bagi be­berapa negara yang nanti akan menerima kunjungan mereka. Namun, Trier­­­weiler yang dikenal sebagai war­tawan majalah yang galak dan tegas, menanggapi dengan santai. Begitu juga dengan Hollande.

“Tidak mungkin nanti akan berakhir seperti yang kalian kira. Mungkin akan rumit saat bertemu dengan Paus. Sejujurnya, ini bu­kan hal yang mengganggu saya. La­gian masalah pernikahan ada­lah ma­salah pribadi kami,” ujarnya.

Mungkin keduanya tidak ter­lalu memusingkan kunjungan ke Vatikan. Tapi, bagaimana dengan kunjungan ke negara-negara Ti­mur seperti India atau negara-negara Islam? Islam melarang dua orang tinggal bersama tanpa ada hubungan pernikahan. Khu­susnya di Arab Saudi, status Hollande dengan Trierweiler ini dianggap tidak senonoh.

Pihak Kementerian Luar Ne­geri menilai, waktu telah berubah. Kebanyakan negara bersedia me­nyediakan tempat untuk me­me­nuhi keinginan Hollande sesuai dengan budaya abad ke-21.

“Jika kita minta mereka (ne­gara lain) untuk memperlakukan presiden dan pasangannya seperti istri presiden, mereka akan me­lakukannya,” ujar salah satu staf Kemlu Prancis.

Protokol di wilayah Eropa lain juga mulai sedikit lebih santai. Di Inggris, Ratu Elizabeth juga me­nanggapi ini lebih santai.

“Dan saya rasa negara Eropa lainnya juga tidak akan me­mu­singkan hal ini,” kata penulis di harian Le Figaro, Stephane Bern.

“Tidak ada alasan bagi mereka untuk menikah. Ini hanya ma­salah diplomasi. Dan gelar Ibu Ne­gara bukanlah gelar resmi di Prancis. Jadi, terserah Hollande dan pasangannya untuk me­nu­liskan peraturan baru, atau mulai status mereka sebagai pa­sangan yang menikah,” imbuhnya.

 Melihat Ke Sarkozy

Pada 2007, Nicolas Sarkozy me­nang menjadi presiden dengan status menikah dengan Cecilia. Namun, pernikahan tersebut  han­cur setelah rumor Sarkozy men­jalin affair dengan model Carla Bruni beredar. Akhirnya, Sarkozy benar-benar mengencani Bruni.

Keduanya beren­cana melaku­kan kunjungan ke­ne­garaan ke India. Padahal, saat itu keduanya belum menikah. Ini menjadi masalah di India. Awak media sibuk mem­pertanyakan apakah si Pre­siden harus berbagi kamar dengan Bruni atau dipisahkan. Akhirnya Bruni memutuskan untuk tidak menemani Sarkozy ke India. Na­mun, keduanya kem­bali lagi ke Taj-Mahal, India, se­telah ke­duanya resmi menikah.

Namun, keputusan Sarkozy dan Bruni ini tidak terlalu mem­buat Vatikan senang. Vatikan menganggap Sarkozy gagal me­menuhi protokol. Ditambah lagi, Sarkozy sudah menjalani tiga pernikahan dan tidak menikahi Bruni di gereja. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya