Berita

251 Alumnus Baru Ikopin Didorong Berwirausaha

SABTU, 12 MEI 2012 | 20:27 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Kementerian Koperasi dan UKM mendorong 251 alumnus baru Institut Ilmu Koperasi Indonesia menjadi wirausahan pemula untuk mengembangkan potensi di daerah asal masing-masing.

Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo, menjelaskan dorongan tersebut sesuai dengan keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipertegas melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).

"Pemerintah akan memberikan fasilitas kepada wirausaha baru agar bisa menciptakan lapangan kerja bagi yang belum mendapatkan pekerjaan," ujarnya pada acara wisuda mahasiswa Ikopin di Graha Suhardani, Kampus Ikopin, Jatinangor, Bandung, (Sabtu, 12/5).

Dukungan tersebut termasuk kepada pelaku koperasi bersama anggotanya. Oleh karena itu kepada seluruh alumnus baru Ikopin periode tahun ajaran 2011-2012, dia berharap lebih memprioritaskan diri menjadi wirausaha ketimbang menjadi seorang pegawai. Terutama di daerah asal masing-masing.

Fasilitasi yang akan diberikan kepada wirausaha berupa akses permodalan atau pembiayaan melalui beberapa sumber lembaga pembiayaan. Di antaranya dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) maupun akses dari dana kredit usaha rakyat (KUR).

Di hadapan seluruh wisudawan serta Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah, Prakoso menegaskan sebaiknya para alumnus jangan mengambil contoh dari wirausahawan yang telah berhasil. Usaha harus dimulai dari bawah, dan meyakini wirausahawan tidak pernah takut gagal meski dimulai dari usaha kecil.

Pemerinitah meminta alumnus Ikopin sejati jangan manja dan harus berusaha sendiri terhadap bisnis yang ditekuninya.
"Kalian harus betul-betul menjadi seorang pengusaha maupun menjadi pengurus koperasi yang baik. Dan jangan pernah malu bergerak di dunia koperasi,” katanya menyemangati.

Pemerintah, katanya, menunggu hasil kreativitas dan inovasi alumnus angkatan ke-39. Dua atau tiga tahun ke depan diharapkan sudah bisa menjadi wirausaha mapan maupun menjadi pengurus koperasi yang sukses.

Menurut dia, dari jumlah angkatan kerja sebesar 120 juta orang di Indonesia, jumlah wirausahanya belum memenuhi angka ideal untuk mendorong sistem perekonomian nasional, yakni 2% dari populasi penduduk Indonesia.

Adapun saat ini jumlah masih kurang dari 2%, tepatnya 1,56%. Oleh karena itu dia sangat mengharapkan agar pola pikir atau mindset para alumnus bisa diubah setelah menyelesaikan pendidikan di Ikopin. "Harus diubah pola pikir itu," tegasnya.

Dari 251 mahasiswa yang menyelesaikan studinya, sebanyak 72 orang di antaranya merupakan lulusan S2. Kemudian 161 orang menyelesaikan pendidikan S1, dan 10 lagi menyelesaikan pendidikan D3. [zul]


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya