mobil hybrid
mobil hybrid
RMOL. Presiden SBY akhirnya membentuk tim untuk bernegosiasi dengan prinsipal mobil terkait rencana pengembangan mobil hybrid di Indonesia. Tim negosiasi dipimpin Menteri Perindustrian MS Hidayat dan di-back up Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
“Saya ditunjuk untuk negosiasi dengan prinsipal, yang didamÂpiÂngi oleh Agus Marto (Menkeu),†kata Menteri PerinÂdustrian MS Hidayat di Jakarta, kemarin.
Saat ini, menurut Hidayat, peÂmerintah sudah melakukan penÂjajakan dengan salah satu prinÂsiÂpal mobil Jepang yaitu ToÂyota. Melalui AsÂtra, pemerinÂtah sudah melakukan pertemuan terkait renÂcana memÂboyong moÂbil hybÂrid bisa dirakit dan produksi di dalam negeri.
“Kita akan negosiasi dengan Toyota. Kalau Astra kan terganÂtung prinsipalnya, saya akan meÂngundang bos Toyota. Johnny (Presdir Toyota Astra Motor JohÂnny Darmawan) sudah menghaÂdap ke saya. Ada dua minggu unÂtuk negosiasi awal,†katanya,
Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan perlakuan khuÂsus bagi prinsipal mobil hybrid yang bisa menawarkan teknologi hemat bahan bakar 1 liter mampu menempuh 30 kilometer (km). Namun, ini juga bisa diberikan kepada prinsipal selain Toyota.
Menurut Hidayat, beberapa inÂsentif sedang dibicarakan terkait insentif mobil hybrid. Hal ini seÂjalan dengan perminÂtaan prinsiÂpal mobil yang mendesak ada faÂsiÂlitas semaÂcam itu dari pemeÂrinÂtah.
Di saat yang bersamaan, peÂmerintah juga akan mengeluarÂkan regulasi soal mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost car and green car (LCCGC).
“Kalau assembling akan diÂberiÂkan insentif, dan membuat lokaÂliÂsasi program, sebagian diÂbuat daÂlam negeri sehingga win-win. Kita akan memberikan insenÂtif, prinÂsipal memberi transfer tekÂnologi,†ujar politisi Golkar ini.
Direktur Jenderal Industri UngÂgulan Berbasis TekÂnologi Tinggi Kementerian PerinÂdustrian Budi Darmadi meÂneÂrangÂkan, mobil hybrid punya dua sistem penggeÂrak dan mekanik dengan tenaga mesin dan tenaga listrik.
MenuÂrutÂnya, pengemÂbaÂngan mobil hybrid di Tanah Air diÂutamakan yang bermesin kecil demi meÂmangÂkas harga karena kendaraan hybrid yang sudah beredar di InÂdonesia rata-rata proÂduk preÂmiÂum dengan harga hampir Rp 500 juta per unit.
“Mobil hybrid seperti Toyota Prius harganya sangat mahal dan kebanyakan disematkan mesin 2.000 cc. Selain itu, mobil hybrid harganya Rp 200 juta di atas moÂbil yang memakai bahan bakar minyak,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Budi menambahkan, mobil hybrid akan menghemat pemaÂkaian bahan bakar sekitar 50 perÂsen dari mobil yang mengÂkonÂÂsumsi BBM.
“Jika konsumen dÂalam sehari menghabiskan 20 liter BBM, moÂbil hybrid bisa menghemat seÂparuh bahan baÂkarnya. PeÂmeÂrinÂtah meÂnguÂsulkan untuk mobil hybrid diproduksi dengan kapasiÂtas meÂsin 1.500 cc,†tandasnya.
Seperti diketahui, SBY meÂnyamÂbut positif soal wacana proÂduksi mobil hybrid yang hemat BBM. Respons ini disampaikan Presiden ketika menyaksikan deÂmonstrasi mobil hybrid jenis Toyota Camry dan Prius di haÂlaman Istana Negara, Jakarta.
PemeÂrinÂtah berharap Astra daÂpat memÂproduksi mobil hybrid dan mobil ramah lingkungan di IndoÂnesia. Besaran komponen loÂkal pada mobil hybrid diÂharapkan bisa mencapai 80-90 persen.
Pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) yang akan memproduksi mobil hybrid berÂmerek Camry dan Prius belum mau memberikan komentar lebih lanjut tentang pemberian insentif tersebut.
“Maaf belum bisa koÂmenÂtar apa-apa. Kan masih daÂlam rangka studi dan penjajaÂkan,†ujar DiÂrektur Marketing TAM Joko Trisanyoto kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Dengan mesin 1.800 cc, maÂsyaÂrakat pun berpikir, harga Prius terlalu mahal. Harga seÂlangit itu akibat komponen pajakÂnya masih tinggi. TAM menyebut besaran pajak meÂncapai 50 persen dari harga jual Prius. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16