PT PLN (PeÂsero)
PT PLN (PeÂsero)
RMOL. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim pelanggan lisÂtrik prabayar atau listrik pintar sudah mencapai 5 juta pelangÂgan. Angka itu menÂjadikan InÂdonesia sebagai negara dengan jumlah peÂlanggan listrik prabaÂyar terbesar di dunia.
Direktur Utama PT PLN (PeÂsero) Nur Pamudji mengatakan, tahun lalu posisi Indonesia masih di bawah Afrika Selatan, tetapi kini posisi itu sudah disalip.
“LisÂtrik pintar sudah tembus ke angka 5 juta pelanggan. Saat ini IndoÂnesia jadi tempat penerapan tekÂnologi listrik prabayar nomor satu di dunia,†ujarnya di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, TaÂngeÂrang, Banten, kemarin.
Pelanggan listrik prabayar ke 5 juta itu jatuh kepada Ibu Elah, warga Desa Klebet yang merupaÂkan peÂlanggan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA). Nur Pamudji mengaÂtakan, program listrik pintar diranÂcang terutama untuk masyaÂrakat di pedesaan seperti di Desa Klebeti.
“Ini supaya masyarakat muÂdah berlangganan listrik. Kalau nggak pakai listrik pintar, masÂyaÂrakat harus bayar listrik seÂbulan sekali, jumlahnya bisa keÂrasa mahal, bisa Rp 15.000, bisa Rp 60.000,†jelas Nur Pamudji.
General Manager (GM) PT PLN (Pesero) Wilayah Jakarta dan Tangerang Sulastiyo menamÂbahkan, dengan program listrik pintar tersebut, pelanggan PLN tiÂdak perlu khawatir terhadap peÂmuÂtusan listrik dan kesalahan pencatatan jumlah tagihan listrik yang di luar penggunaan.
“Tanpa meteran, nggak direÂpoÂÂtÂin petugas pencatat tiap buÂlan, nggak akan diputusin kaÂrena meÂnunggak. Yang penting pelangÂgan dikasih kekuasaan untuk atur sendiri peÂmakaian listrik,†ujar Sulastiyo.
Minta Jaminan
Kalangan peÂngusaÂha tamÂbang mendesak PLN menÂÂjaÂmin paÂsokan listrik bagi pembaÂngunan smelter (pabÂrik olah tamÂbang), terutama di daerah.
PeÂnguÂsaha tambang mulai menÂcerÂmati Peraturan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (PerÂmen ESDM) Nomor 7/2012 tenÂtang PeÂningkatan Nilai TamÂbah MiÂneral. Dalam aturan itu, penguÂsaha tambang mineral loÂgam tidak boleh mengekspor biÂjih mineral, kecuali mereka suÂdah mengajukan rencana pemÂbuatan instalasi peÂngolahan (smelter) bijih mineral.
Wakil Ketua Umum Kadin BiÂdang Industri, Riset dan TekÂnoÂlogi Bambang Sujagad berpenÂdaÂpat, untuk membangun smelÂter, harus ada jaminan dari pemeÂrinÂtah tentang pasokan tenaga listrik.
“Jadi jangan sampai kita sudah siapkan modal dan teknoÂlogi, peÂmerintah tidak sediakan listrikÂnya karena itu akan sangat mengÂganggu rencana pembangÂunan smelter itu,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16