Berita

Bank Sahabat Sampoerna

Bisnis

Ganti Nama, Laba Bersih Bank Sahabat Sampoerna Nyungsep 89,5 Persen

KAMIS, 10 MEI 2012 | 08:02 WIB

RMOL. Setahun setelah diakuisisi Grup Sampoerna, Bank Dipo Internasional resmi berganti nama menjadi Bank Sahabat Sampoerna.

Direktur Utama Bank Saha­bat Sampoerna Indra W Sup­riadi mengatakan, perubahan nama ini dilakukan untuk me­nambah daya saing di industri per­ban­kan nasional.

“Grup Sam­poerna melalui PT Sampoerna Investama telah mengakuisisi 85 persen saham Bank Dipo Internasional de­ngan PT Pa­halamas Sejahtera sebagai pemegang saham pendiri tetap memiliki 15 persen saham bank,” kata Indra.

Indra menjelaskan, Bank Sahabat Sampoerna terus ber­upaya memperkuat produk dan layanan, khususnya mem­be­rikan solusi inovatif dan unik ke­pada masyatakat.

”Kami pa­ham bahwa sebagai pemain yang relatif baru, tidak mu­dah untuk bersaing di in­dustri perbankan yang de­mi­kian kompetitif,” ujarnya.

Menurutnya, selain kepada nasabah, manajemen juga akan tetap berusaha mem­ba­ngun ke­percayaan dari para peme­gang saham yang selama ini telah menjadi target utama pe­rusa­haan. “Kita akan upa­yakan se­maksimal mungkin,” ucapnya.

Direktur Ke­uangan Bank Sa­habat Sam­poerna Agresius Kadiaman mengutarakan, masa transisi pasca perubahan pe­milik sa­ham membuat kinerja bank yang dulu bernama Bank Dipo Inter­na­si­onal tahun 2011 menurun di­ban­dingkan 2010. Pada ren­tang periode tersebut, laba bersih Bank Sa­habat Sam­poerna merosot 89,5 per­sen menjadi Rp 2,23 miliar dari Rp 22,262 miliar.

”Pe­nu­runan ini karena kami sedang melakukan konsolidasi. Bersih-bersih kredit berma­salah dari tahun sebe­lumnya supaya tidak meng­ganggu pertumbuh­an bank. Ada pem­bentukan ca­dangan dan per­baikan dari kre­dit Bank Dipo,” terang Agresius.

Rasio kredit bermasalah (NPL) bank yang diakuisisi Grup Sampoerna melalui PT Sampoerna Investama pada Mei 2011 tersebut pada akhir 2011 meningkat menjadi 3,8 persen dibandingkan posisi akhir 2010 sebesar 1,8 persen.

Sementara total aset, kredit, maupun dana pihak ketiga (DPK) Bank Sahabat Sam­poer­na naik dari posisi 2010 ke 2011. Hingga 2011, aset Bank Saha­bat Sam­poerna naik 35 persen menjadi Rp 1,1 triliun dari Rp 798 miliar pada akhir 2010. DPK melonjak 31 per­sen menjadi Rp 811,4 miliar dari Rp 621,6 miliar.

Sementara kre­dit tumbuh 15,04 persen men­jadi Rp 643,4 miliar dari Rp 559,3 miliar. Untuk kredit, kom­posisinya 70 persen di sektor kredit menengah se­mentara 30 persen di sektor mikro dan kecil.

“Tahun 2012 kami targetkan pertumbuhan terus berlanjut. Kredit kami harapkan menjadi Rp 1 triliun sementara aset me­ningkat menjadi Rp 1,2 tri­liun,” ungkap Agresius.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya