Gita Wirjawan
Gita Wirjawan
RMOL. Hingga kini minat pengusaha untuk membangun smelter atau pabrik pemurnian barang tambang masih sangat minim.
“Minat pengusaha membangun smelter masih minim karena saat ini hilirisasi bouksit dan nikel belum ada. Sedangkan alumina sudah ada sedikit,†curhat MenÂteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan di kantor Menko PerÂekonomian, kemarin.
Menurutnya, pengusaha lebih senang ekspor bahan baku dariÂpada membangun smelter karena lebih mudah. Atau dengan kata lain, pengusaha senang bikin ruÂko daripada bangun industrinya.
Padahal, kata Gita, pemerintah akan memberikan insentif untuk mendorong pembangunan smelÂter di dalam negeri. PemÂbaÂnguÂnan ini untuk meningkatkan keÂuntungan di sektor hilir. KenÂdati begitu, dia mengaku untuk memÂbangun smelter tidaklah mudah karena membutuhkan pasokan listrik yang tinggi.
Ditanya soal penerapan 20 perÂsen untuk bea keluar 14 jenis miÂneral, Gita mengatakan, dalam peÂnerapan bea keluar seharusnya disesuaikan dengan kebijakan hiÂlirisasi. Komoditas yang sudah ada hilirisasinya, maka angka bea keluar tidak harus tinggi.
“SebeÂlumÂnya kan ada yang mengusulkan penerapan bea keÂluar sampai 50 persen. Tapi seÂbaiknya bea keluar disesuaikan deÂngan hiÂlirisasinya,†cetus Gita.
Gita mengatakan, program hiliÂriÂsasi ini sesuai dengan semaÂngat UnÂdang-Undang Mineral dan BaÂtubara (UU Minerba) yang akan meÂlarang ekspor bahan mentah pada 2014.
Menurutnya, pihaknya juga suÂdah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (PermenÂdag) Nomor 29/M-DAG/PER/5/2012 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan pada 7 Mei. Dalam Permendag tersebut dikatakan, produk pertambangan yang diekspor hanya bisa dilaÂkuÂkan perusahaan yang telah menÂdapat pengakuan sebagai ET-Produk pertambangan dari KeÂmenterian Perdagangan, dan izin itu berlaku dua tahun.
Dikatakan Gita, hingga kini sudah ada beberapa pengusaha yang mengurus izin ekspor perÂtamÂbangan. Dia juga meneÂgasÂkan, kebijakan hilirisasi tidak akan berdampak pada investasi, sebab perusahaan-perusahaan yang besar bisa memahaminya.
Presidium Masyarakat PertamÂbangan Indonesia (MPI) Herman Afif Kusumo tidak sependapat dengan Gita yang bilang tidak ada peÂngusaha yang berÂminat membangun smelter.
“Jangan digeneralisir semuaÂnya. Tidak semua pengusaha tamÂbang itu seperti perusahaan konÂtrak karya,†katanya kepada RakÂyat Merdeka, kemarin.
Herman mengatakan, setelah keluar UU Minerba dan Permen No.7 tahun 2012, para pengusaha langsung memÂbuat konsorsium unÂtuk memÂbaÂngun smelter. KaÂrena itu, dia meÂminta pemeÂrintah memÂbuat peÂdoman pelaksaÂnaÂannya di lapangan.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meÂngatakan, dikeluarkannya Permen ESDM NoÂ.7 tahun 2012 bertujuan meningkatkan nilai tambah haÂsil tambang. Sebab, selama ini haÂsil tambang Indonesia banyak yang diekspor secara mentah. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16