Berita

Temuan BPH Migas Tidak Mengagetkan

RABU, 09 MEI 2012 | 23:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas merilis temuan terjadi penyelewengan BBM Bersubsidi sebanyak 644.700 LSP (Liter Setara Premium) atau setara dengan Rp6,25 miliar pada kurun waktu Januari hingga April 2012.

Bagi pengamat energi sekaligus Direktur Pendiri Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria, temuan BPH Migas tersebut tidaklah mengejutkan. Dibeberkan dia, jika dikaitkan dengan kuota BBM Bersubsidi tahun 2012 sebesar 40 miliar liter dengan asumsi rata-rata penyaluran BBM Bersubsidi setiap bulannya sebesar 3.3 miliar LSP atau sebesar 13,2 miliar LSP per 4 bulannya, maka secara prosentase bbm bersubsidi yang diselewengkan adalah sebesar O,O4%.

"Dengan prosentase ini maka pantas menggaris bawahi apakah penyelewengan BBM Bersubsidi berpengaruh signifikan atas melonjaknya kuota BBM Bersubsidi," tulis Sofyano dalam rilisnya yang diterima redaksi (9/5).


Dengan begitu juga, lanjut dia, pantas pula jika publik mengatakan bahwa penyelewengan BBM Bersubsidi tidak pantas dijadikan kambing hitam atas terjadinya over kuota BBM Bersubsidi.

Sementara terkait temuan penyelewengan BBM jenis MFO (Marine Fuel Oil) senilai Rp105,04 miliar atau setara dengan 250,1 juta liter, kata Sofyana, bukan juga menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi publik. Mengingat MFO adalah jenis BBM yang diperjualkan belikan dengan harga ke-ekonomian, dan bukanlah jenis BBM Bersubsidi.

"Maka kemudian perlu dan pantas dipertanyakan, apakah penyelewangan MFO tersebut berdampak terhadap anggaran subsidi pemerintah terhadap BBM bersubsidi?  Pantas  pula dipertanyakan manfaatnya terhadap kepentingan pemerintah dan negara. Logikanya pula, mengapa untuk BBM MFO yang diperjual belikan dengan mengacu kepada harga pasar internasional harus diselewengkan? Dan apakah harus termasuk target operasi dari BPH Migas dan atau aparat penegak hukum? tanya Sofyano.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya