Berita

ilustrasi, Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi 6,3% Masih Dikuasai Pulau Jawa

SELASA, 08 MEI 2012 | 10:47 WIB

RMOL. Badan Pusat Statistik (BPS) men­catat pertumbuhan ekonomi pa­da kuartal I-2012 sebesar 6,3 per­sen dibanding periode yang sa­ma tahun lalu. Pertumbuhan itu pun masih dikuasai Pulau Jawa.

Kepala BPS Suryamin menga­takan, sektor pengolahan menjadi pe­micu utama tingginya per­tum­buhan ekonomi. Selain itu, ada sektor perdagangan dan sektor jasa seperti hotel dan restoran.

“Sektor-sektor ini yang me­nyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) paling tinggi,” kata Sur­yamin saat jumpa pers per­tumbuhan ekonomi Kuartal I-2012 di kantornya, kemarin.

Dia mengatakan, produk PDB tertinggi menurut lapangan usaha adalah sektor pertanian, peter­nakan, kehutanan dan perikanan se­besar 20,9 persen. Sektor ke­uangan, real estate dan jasa pe­rusahaan 2,3 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi 10,3 persen dan sektor perda­gangan, hotel dan restoran 8,5 persen, termasuk sektor kon­struksi tumbuh 7,3 persen.

Suryamin menjelaskan, tinggi­nya peran sektor perikanan dise­babkan peralihan dari perikanan tangkap ke budidaya. Sedangkan untuk sektor pertanian dipenga­ruhi masuknya musim panen raya.

Berdasarkan pengeluaran, kon­sumsi rumah tangga naik 4,9 per­sen, konsumsi pemerintah naik 5,9 persen dan belanja modal naik 9,9 persen. Ekspor naik 7,8 persen dan impor naik 8,2 persen. “Konsumsi pemerintah tumbuh karena ada upaya mempercepat penggunaan APBN,” jelasnya.

Menurut Suryamin, distribusi PDB masih dikuasai Jawa yang ma­sih mendominasi dengan per­tumbuhan 57,5 persen, Suma­tera 23,6 persen, Kalimantan 9,8 per­sen, Sulawesi 4,5 persen dan pu­lau lainnya 4,6 persen.

“Tiga provinsi dengan pertum­buhan terbesar pertama adalah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat,” terangnya.

Sedangkan kenaikan pertum­buhan tertinggi dialami Pulau Kalimantan, yang pada triwulan I-2011 pertumbuhannya 9,3 per­sen. Pada periode yang sama ta­hun ini, pertumbuhan eko­no­minya menjadi 9,8 persen.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya