Nissan March
Nissan March
RMOL. Perseteruan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dengan konsumen terkait borosnya bahan bakar Nissan March mendapat perhatian dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Asosiasi ini berharap konsumen dan produsen bisa duduk bareng menyelesaikan masalah tersebut.
HAL itu disampaikan Ketua Umum Gabungan Industri KenÂdaraan Bermotor Indonesia (GaiÂkindo) Sudirman MR saat diÂhuÂbungi Rakyat Merdeka, Kami (3/5). Ia mengaku perihatin atas keÂjadian tersebut karena itu akan berdampak pada kualitas produk Nissan di Indonesia.
“Saya kira protes konsumen itu wajar dan harus dihormati karena sebagai produsen mobil haÂrus memberikan yang terbaik buat konÂsumen. Silakan diseÂleÂsaiÂkan deÂngan baik tanpa ada yang dirugiÂkan satu sama lain,†saran SudirÂman.
Wakil Ketua Umum Gaikindo Jongki D Sugiarto menyerahkan sepenuhnya pada proses yang ada. Ia tidak tau secara detail soal kaÂsus ini. Gaikindo juga tidak bisa memberikan sanksi kepada ATPM yang diduga melakukan penipuan atau kesalahan dalam produknya.
“Gaikindo memang memÂbaÂwahi ATPM, tapi tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi bagi ATPM yang melaÂkuÂkan kesalahan. Keberadaannya haÂnya untuk memanjukan indusÂtri otomotif bersama ATPM,†kilah Jongki.
Dia menjelaskan, Gaikindo tiÂdak memiliki kewenangan untuk mencampuri atau intervensi tenÂtang masalah yang terjadi di ATPM. “Kalau ada masalah diÂselesaikan langsung oleh ATPM itu sendiri. Gaikindo hanya memÂbeÂrikan saran dan masukan saja. Itu pun kalau diminta,†tuturnya.
Pengamat otomotif Suhari SarÂgo mengatakan, kasus ini perlu di uji ulang terkait klaim Nissan March bahwa bahan bakarnya irit. Sebab, kata dia, setiap ATPM mau menampilkan produk baru, speÂsiÂfikasinya harus diuji dulu oleh para ahli dibidang otomotif seÂbeÂlum produk itu resmi diÂlunÂcurÂkan.
“Putusan pengadilan tetap haÂrus dihormati. Tapi kalau pihak ATPM (Nissan) keberatan, silaÂkan lampirkan data-data baru tenÂtang hasil uji para ahli tersebut kaÂrena hasil pengujian itu valid,†kata Suhari.
Dia berpendapat, boros atau tiÂdak bahan bakar kendaraan bisa dilihat dari segi pemakaian konÂsuÂmen di dalam atau di luar kota. Untuk itu, perbandingan data peÂmakaian sangat diperlukan, asal dilakukan oleh pihak yang tidak berkepentingan seperti para ahli otomotif di bidang bahan bakar. BeÂgitu juga dengan kasus terbÂaÂkarÂnya Nissan Juke milik artis Olivia Dewi, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal itu, Direktur Pemasaran PT Nissan Motor IndoÂnesia Teddy Irawan tetap mengÂhorÂmati putusan pengaÂdilÂan. Ia yakin tudÂingÂaÂn boros besin pada Nissan March tidak benar.
“Iklan yang kami tampilkan paÂda Nissan March tentang iritÂnya bahan bakar itu benar. Bukan kebohongan publik,†tegas Teddy saat dikonfirmasi Rakyat MerÂdeka, Jumat (4/5)
Teddy juga tidak menepis maÂsalah bensin boros mengÂganggu pasar penjualan Nissan di InÂdonesia. Berapa besar anÂjloÂkÂnya penjualan, Teddy enggan meÂnyebutkan. “Yang pasti dampak ke penjualan itu ada,†aku Teddy.
Kasus ini bermula ketika salah seÂorang pemilik Nissan, LudÂmilla Arief, mengeluhkan klaim Nissan terkait konsumsi bahan baÂkar mobil (BBM) Nissan March di sejumlah media dan broÂsur. Di situ Nissan mengÂklaim, jika konsumsi BBM March untuk 18 kilometer hanya butuh 1 liter.
Namun faktanya, saat LudÂmilla menggunakan March versi auÂtomatic, di mana konÂsumsi bahan bakarnya ternyata 1:8. ArtiÂnya seÂtiap satu liter hanya mampu meÂnempuh jarak 8 kiloÂmeter.
Ludmilla Arief pun memÂbawa kasus ini ke meja hijau dan akÂhirnya Majelis HaÂkim Pengadilan Negeri Jakarta SeÂlatan mutus agar Nissan meÂngemÂbaliÂkan uang pembelian Nissan March karena tidak sesuai deÂngan spesiÂfikasi seperti terÂpamÂpang di iklan mobil terseÂbut. Kalah di peÂrÂsidangan, Nissan siap mengaÂjukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Pihak Nissan tetap berÂpenÂdirian tak bersalah. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23