Berita

Boy Rafli Ahmad

Wawancara

WAWANCARA

Boy Rafli Ahmad: Anggaran Perjalanan Dipotong, Terserah Kebijakan Pemerintah

MINGGU, 06 MEI 2012 | 09:25 WIB

RMOL. Perjalanan dinas pejabat selama ini cukup menyedot keuangan negara. Jumlahnya mencapai Rp 18 triliun. Ini yang disorot Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, agar dikurangi.

“Kita terlalu banyak uang untuk perjalanan dinas, semestinya bisa dipotong,” kata Azwar.     

Sentilan ini tentu ditujukan kepada semua pejabat di negeri ini, khususnya kementerian/lem­baga yang memiliki anggaran pe­gawai yang besar. Misalnya, Kementerian Pertahanan  Rp 34,2 triliun,  Kepolisian Negara Repu­blik Indonesia Rp 28,3 triliun, Kementerian Agama Rp 17,5 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Rp 9,1 triliun, Kementerian Keuangan Rp 8,4 triliun, Kementerian Kesehatan  Rp 4,1 triliun, Kementerian Hu­kum dan HAM Rp 3,2 triliun, Mah­kamah Agung  Rp 3,0 triliun, Kementerian Luar Negeri Rp 2,0 triliun, dan Kejaksaan Republik Indonesia  Rp 1,7 triliun.

Pos anggaran belanja pegawai juga terus ditekan untuk meng­antisipasi pembengkakan akibat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun ternyata belanja pegawai tetap saja besar. Bebe­rapa kementerian dan lembaga negara diketahui memiliki be­lanja negara yang menghabiskan miliaran rupiah.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Ka­begpenum) Mabes Polri Boy Rafli Ahmad mengatakan, be­lanja pegawai Polri 70 persen digunakan untuk gaji.   

“Kalau anggaran perjalanan di­nas, saya nggak tahu berapa jum­lahnya. Yang jelas, anggaran Polri itu 70 persen untuk pega­wai,’’ kata Boy Rafli Ahmad ke­pada Rakyat Merdeka, Kamis (3/5).  

Berikut kutipan selengkapnya:


Anggaran belanja pegawai Polri mencapai Rp 28,39 tri­liun, digunakan untuk apa saja?

Belanja pegawai itu meliputi pembayaran gaji pegawai. Selain itu alokasi belanja barang sebesar Rp 7,39 triliun dan belanja modal sebesar Rp 4,05 triliun.


Sebenarnya berapa angga­ran keseluruhan untuk tahun 2012 ini?

Anggaran Kepolisian Negara RI tahun 2012 mencapai Rp 39,78 triliun. Namun, dari nilai itu, alokasi anggaran untuk be­lanja pegawai mencapai Rp 28,39 triliun.


Anggaran paling besar di pos apa?

Untuk  gaji pegawai sekitar 70 persen. Setelah itu untuk opera­sio­nal yaitu untuk biaya penye­lidikan.


Bagaimana  jika anggaran ke­po­li­sian dipotong karena selama ini dinilai bo­ros?

Yah, semua tergantung dari ke­bijakan negara, kebijakan pe­me­rintah. Jika anggaran dipang­kas bisa saja. Kalau itu di­la­kukan maka kami akan me­la­ku­kan pe­ngu­ra­ngan biaya pem­bangu­nan sarana dan pra­sa­rana.

Tapi masih perlu dikaji di sektor mana yang perlu diku­rangi. Saya bukan di bidang itu dan bukan ahlinya. Namun ada asisten perencanaan Polri yang melakukan evaluasi mengenai sektor mana yang akan dikurangi.


Penghematan gaji nggak mung­kin dilakukan, apa mung­kin dipangkas anggaran penga­daan?   

Itu mungkin. Biasanya me­mang yang dipotong itu bukan di sektor gaji. Kalau gaji ya, tetap gaji. Yang dipotong itu biasanya di sektor pengadaan dan pem­ba­ngunan. Untuk pengadaan ba­rang dan jasa bisa saja porsinya diku­rangi demi menghemat.

      

Apa pernah dilakukan pe­mo­tongan anggaran seperti itu?

Pernah. Saat diminta ada peng­hematan, atau saat ada tight mo­ney policy. Saya lupa itu kapan. Tapi itu pernah. Memang jarang dilakukan.

Kalau nggaran pem­bangu­nan dan sarana pengadaan ba­rang dikurangi, apa  mengura­ngi kinerja polisi?

Nggak. Tidak akan mengura­ngi. Itukan penghematan penga­daan barang dan pembangunan saja. Tidak akan mengurangi kinerja kita.


Penghematan gaji nggak mung­kin dilakukan, apa mung­kin dipangkas anggaran penga­daan?   

Itu mungkin. Biasanya me­mang yang dipotong itu bukan di sektor gaji. Kalau gaji ya, tetap gaji. Yang dipotong itu biasanya di sektor pengadaan dan pem­ba­ngunan. Untuk pengadaan ba­rang dan jasa bisa saja porsinya diku­rangi demi menghemat.

      

Apa pernah dilakukan pe­mo­tongan anggaran seperti itu?

Pernah. Saat diminta ada peng­hematan, atau saat ada tight mo­ney policy. Saya lupa itu kapan. Tapi itu pernah. Memang jarang dilakukan.

Kalau nggaran pem­bangu­nan dan sarana pengadaan ba­rang dikurangi, apa  mengura­ngi kinerja polisi?

Nggak. Tidak akan mengura­ngi. Itukan penghematan penga­daan barang dan pembangunan saja. Tidak akan mengurangi kinerja kita.


O ya, bagaimana dengan ke­lanjutan kasus di Gorontalo, apa tim yang dibentuk telah men­dapatkan hasil?

Sembilan tersangka sudah ditangkap dan dalam proses hukum. Sembilan orang tersebut adalah anggota Brimob. Tinggal tunggu saja sidangnya.


Bagaimana cara tahu kalau ha­nya sembilan yang terlibat da­lam kasus itu ?

Gampang saja. Yang dinas malam itu. Kemudian siapa saja yang terlibat kegiatan patroli pada malam itu, semuanya di­periksa. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya