Berita

ilustrasi

Ajakan Menjadi Panitia Persiapan Gantung Anas di Monas Menyebar di BBM

SABTU, 05 MEI 2012 | 18:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dalam berbagai kesempatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah terlibat dalam korupsi proyek Wisma Atlet dan Sport Center di Hambalang. Bahkan Anas sesumbar siap digantung jika terbukti menikmati uang korupsi dari dua proyek tersebut.

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, gantung Anas di Monas!" ucap Anas di kantor DPP Partai Demokrat, Kramat Raya, Jakarta, Jumat (9/3).

Sampai saat ini KPK terus mendalami dugaan keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang. Beberapa hari lalu Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan Anas terlibat dalam proyek bernilai Rp1,5 triliun itu. Anas disebutnya yang mengurusi sertifikat tanah Hambalang. Apa yang disampaikan Bambang hanya meneruskan kesaksian Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono yang mengaku diminta Anas menghubungi pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar segera mengeluarkan sertifikat Hambalang.


Ketua KPK Abraham Samad menguatkan apa yang disampaikan Bambang Widjojanto. "Kalau Mas Bambang Widjojanto sudah sampaikan itu kepada publik itu benar. Karena Mas Bambang salah satu pimpinan KPK (Bidang Penindakan dan Pencegahan), ya berarti itu benar," kata Abraham, Senin malam (30/4).

Hingga kini KPK terus menyelidiki dugaan penyelewengan proyek Hambalang. Dikatakan Jurubicara KPK Johan Budi SP, hampir tiap hari dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dalam waktu dekat KPK bahkan akan memeriksa Anas.

Dalam Persidangan terdakwa M Nazaruddin terungkap, sekitar Januari 2010, Nazaruddin, Anas, dan Ignatius Mulyono mengadakan pertemuan dengan Joyo Winoto di Restoran Nippon Kan Jakarta untuk membicarakan sertifikat Hambalang. Dalam pertemuan Anas meminta pada Joyo supaya sertifikat bisa dikeluarkan setelah beberapa tahun bermasalah. Lobi Anas sukses. Tak lama setelah pertemuan tersebut sertifikat tanah Hambalang terbit. Informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online dari internal KPK menyebut bahwa sertifikat diantar langsung oleh Joyo kepada Anas di ruang kerjanya sebagai Anggota Komisi X DPR RI.

Selain mengurusi sertifkat tanah, Anas diduga juga ikut meloloskan PT Adhi Karya dan Wijaya Karya. Kedua pelat Atas upaya ini Anas kemudian menerima konpensasi sebesar Rp50 miliar. Diduga juga, uang kemudian dibawa ke Kongres Partai Demokrat di Bandung sebagai modal untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum.

Berkaitan dengan semakin menguatnya kabar keterlibatan Anas, muncul pesan viral yang berisi ajakan agar ikut serta menjadi Panitia Persiapan Gantung Anas di Monas (PP GAM). Dalam pesannya, si penyebar pesan mengajak para aktivis untuk bergabung dalam kepanitiaan PP GAM. Susunan kepanitian PP GAM sendiri akan diumumkan pada saat deklarasi PP GAM yang akan dilangsungkan di gedung YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat besok lusa.

Entah siapa orang pertama yang menyebarkan pesan lewan BlackBerry Massanger (BBM) ini? Tapi pesan dikirim atas nama Pecat alias Pemuda Cinta Tanah Air sebagaimana tertetera pada kata pembuka kalimat pertama pesan tersebut. Nomor HP sebagai kontak pendaftaran ikut ditulis, namun saat dikonfirmasi nomor tersebut tidak terdaftar. Nomor terdiri dari 13 digit.

PECAT (Pemuda Cinta Tanah Air) mengundang rekan rekan aktivis untuk bergabung dalam Panitia Persiapan Gantung Anas di Monas (PP GAM). Susunan kepanitiaan PP GAM akan diumumkan saat deklarasi PP GAM, Senin, 8 mei di Gd. YLBHI, Jl Diponegoro, Jakpus.
Segera daftarkan diri anda ke 0815691443260

Salam PECAT

YOSEP RIZAL
[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya