Berita

presiden sby

SMC: Elit Perlu Konsolidasi Temukan Pemimpin Berbobot Pasca SBY

KAMIS, 03 MEI 2012 | 20:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kalangan elit nasional, baik yang berada dalam kepemimpinan partai politik maupun kemasyarakatan, perlu menggalang konsolidasi antarpihak atau kekuatan strategis secara intensif, sehingga dapat menghasilkan semangat bersama dalam membangun bangsa ke depan yang lebih baik, sekaligus bila diperlukan untuk menemukan calon pemimpin negara yang tepat dan berbobot pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berakhir pada 2014 mendatang.

Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis (3/5).

Ia bahkan mengaku, keperluan saling konsolidasi itu tergolong mendesak serta bersifat darurat, karena sejauh ini cenderung luput dari perhatian para elit bangsa. Akibat ini, kerinduan masyarakat luas terhadap hadirnya kepemimpinan nasional yang kuat disertai jiwa nasionalisme tinggi, seakan sulit diwujudkan.

"Jika elit pimpinan kita tidak melakukannya, negara dan bangsa ini akan mengarah pada keadaan yang berat atau justru bobrok. Lantaran harapan masyarakat yang mulai menghilang terkait kemajuan bangsa ataupun untuk mendapatkan pemimpin terbaiknya," jelas mahasiswa program S3 Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia itu.

Menurutnya, di tengah kondisi kepemimpinan bangsa yang memprihatinkan sejumlah pihak, kemudian terus mengemukanya keresahan sosial serta adanya ketidaknyamanan atas rasa keamanan dan tertib hukum, di samping berkembangnya kemunduran identitas bangsa, jelas mengharuskan kesepakatan dari lingkungan elit nasional untuk memecahkan berbagai persoalan pelik yang terjadi.

Apalagi, kata Syahganda, jika pemufakatan elit juga mampu mengupayakan calon pemimpin nasional yang disukai rakyat, selain saling merelakan diri dalam mengedepankan tokoh yang diunggulkan dengan menyelaraskan keinginan sebagian besar rakyat di tanah air.

"Jadi, tolak ukurnya adalah harapan rakyat dan dapat membangkitkan kemandirian serta untuk kemajuan bangsa di tengah percaturan bangsa-bangsa di dunia," ujarnya.

Syahganda menambahkan, bangsa ini memerlukan sosok pemimpin yang bukan saja mampu dan pantas, tapi juga dibanggakan secara nasional dan lebih lagi disegani oleh masyarakat internasional.

Namun demikian, ia tidak mempertentangkan apakah sumber pemimpin itu berasal dari kalangan muda atau bukan. Tapi setidaknya, penampilan orang muda sudah waktunya dipertimbangkan serius.

"Inilah tugas besar yang harus secepatnya dicari jawaban secara kolektif oleh para pemimpin parpol seperti Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Megawati Soekarnoputri, atau Prabowo Subianto beserta keterlibatan tokoh lain yang mumpuni yakni SBY, Jusuf Kalla, Dien Syamsuddin, Agil Siradj, dan sebagainya," ujar Syahganda.

Mantan aktivis Institut Teknologi Bandung itu pun tak menampik sejak masa kepemimpinan Soekarno, bangsa Indonesia sulit mendapatkan pemimpin berkelas dunia yang selalu diingat kebesarannya hingga saat ini. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya