ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Rencana TNI AL membeli tiga buah kapal Light Fregat seharga 301 juta Euro, yang pernah dipesan Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darusalam, patut dipertanyakan.
Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, jenis kapal Multi Role Light Fregat yang akan dibeli tersebut merupakan produk Inggris yang dipesan Kesultanan Brunei tujuh tahun yang lalu.
Kapal tersebut sudah jadi, tapi kemudian Brunei membatalkannya karena spesifikasi teknisnya tidak sesuai permintaan Angkatan Laut Kesultanan Brunei. Kabar yang beredar juga menyebutkan ada penggelembungan anggaran dalam pengadaan kapal itu.
Namun saat itu ada perlawanan dari produsen kapal yang berdomisili di Inggris.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
UPDATE
Kamis, 10 September 2026 | 20:17
Kamis, 10 September 2026 | 20:12
Kamis, 10 September 2026 | 20:05
Kamis, 10 September 2026 | 19:58
Kamis, 10 September 2026 | 19:50
Kamis, 10 September 2026 | 19:40
Kamis, 10 September 2026 | 19:31
Kamis, 10 September 2026 | 19:14
Kamis, 10 September 2026 | 19:01
Kamis, 10 September 2026 | 18:45