Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Indikasi Gangguan Bipolar Kerap Mikir Yang Ekstrim

Rentan Lakukan Aksi Bunuh Diri
MINGGU, 29 APRIL 2012 | 08:08 WIB

RMOL.Berhati-hatilah bagi Anda yang tinggal di perkotaan. Tekanan hidup yang begitu tinggi seringkali memicu frustasi dan depresi yang begitu hebat. Mereka yang tidak mampu mengatasinya bisa mengalami sindrom bipolar alias gangguan jiwa.

Ketua Seksi Bipolar Perhim­punan Dokter Spesialis Ke­dok­teran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Handoko Daeng SpKJ (K) me­ngemukakan, sebagian besar penderita gangguan bipolar atau gangguan jiwa yang antara lain ditandai perubahan perasaan yang tidak menentu.

Anehnya, kejadian tersebut secara tiba-tiba justru bisa me­nye­rang orang berpendidikan ting­gi dan memiliki jabatan tinggi dalam pekerjaan. Ia mencon­toh­kan, pelukis terkenal Vincent van Gogh, novelis Ernest Heming­way dan Sidney Sheldon, serta penyanyi Sinead O’Connor ada­lah penderita gangguan bipolar.

Menurut dia, orang yang punya gangguan bipolar biasanya sangat berani mengambil risiko berpikir out of the box atau di luar dari kebiasaan berpikir orang normal. “Mereka bisa melahirkan ide-ide aneh, yang menurut kita tidak bisa, mereka bisa melakukannya. Bila tidak sukses, ya akhirnya me­reka jatuh,” cetusnya dalam Seminar Media Gangguan Bipo­lar: Dapatkah Dikendalikan? di Ja­karta, Rabu (25/4).

Kepala Departemen Psikiatri FKUI/RSCM dr Ayu Agung Kusumawardhani SpKJ meng­akui, kasus bipolar banyak dite­mukan pada orang-orang yang tingkat pendidikan dan eko­nominya tinggi. Namun, bukan berarti orang-orang yang berada di kelas bawah terhindar dari gangguan ini.

“Hanya saja kebanyakan orang kelas bawah lebih mampu me­nanganinya dengan bersikap le­bih pasrah dan bersabar. Ber­beda de­ngan orang menengah atas yang cenderung tidak sabar dan meng­­inginkan perubahan cepat. Ini jus­tru menyulitkan mereka,” cetusnya.

Gangguan bipolar sendiri, lan­jutnya, merupakan gangguan ji­wa yang bersifat berulang dalam rentang waktu tertentu dan ditan­dai gejala-gejala perubahan mood. Gangguan ini biasanya ber­lang­sung selama seumur hidup.

Orang yang mengalami gang­guan bipolar ini tidak bisa sem­buh total. Tapi, jika dilakukan pe­rawatan dan pengobatan yang te­pat, gangguan ini akan bisa men­jadi tidak timbul kekambuhan.

Gangguan biasanya rekuren serta berlangsung seumur hidup. Ada lima mood state pada gang­guan ini, yaitu depresi, campuran, eutimia, manik, dan hipomanik. “Perubahan mood bisa juga terjadi sangat cepat pada pen­de­rita gangguan ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, penyebab ter­ja­­dinya gangguan ini meliputi fak­tor genetik, biologi otak, serta pe­ristiwa-peristiwa kehidupan dan keadaan lingkungan yang me­nim­bulkan stres (stresor psikososial).

“Stres psikososial menye­babkan perubahan dalam sistem biologik otak manusia sebagai upaya adaptasi yang diawali pe­rubahan sistem hormonal yang kemudian mempengaruhi zat kimia alami otak, zat-zat penting lainnya dalam otak, dan sel-sel saraf otak,” imbuhnya.

Perwakilan Majelis Kehor­matan Profesi PDSKJI Prof. Dr. Tuti Wahmurti A. Sapiie (SpKJ(K) menambahkan, keren­tanan ge­netik dapat menentukan daya tahan jiwa seseorang ter­hadap depresi yang dialaminya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya