Berita

Ali Gufron Mukti

Wawancara

WAWANCARA

Ali Gufron Mukti: Sebenarnya Menkes Tak Perlu Mundur, Semua Tugas Sudah Kami Tangani...

SABTU, 28 APRIL 2012 | 10:00 WIB

RMOL. Endang Rahayu Sedyaningsih sedang sakit, tapi tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai Menteri Kesehatan.

“Tugas di Kementerian Kese­ha­tan selama ini tidak ada masa­lah. Kami sudah bekerja secara maksimal. Tidak ada hambatan, kami sudah tangani semuanya” kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Endang Rahayu Sedyaningsih mengaju­kan pengunduran diri dari ja­batannya karena dalam kondisi sakit.

“Tadi Ibu Menkes menyam­paikan kepada saya bahwa beliau ingin mengundurkan diri. Saya terharu mendengarnya,” kata Presiden SBY usai menje­nguk Menkes di RSCM, Jakarta, Rabu (26/4).

SBY menghormati keputusan Menkes dan tetap berkeinginan agar proses pengobatan yang terus menerus diharapkan bisa menyembuhkan seperti semula. Namun, selama Menkes sakit dan dirawat, tugas sehari-hari di Ke­menterian Kesehatan akan dila­kukan oleh Wakil Menteri Kese­hatan dan pejabat terkait.

Ali Gufron Mukti selanjutnya mengatakan, contoh kerja Ke­men­­kes yang berhasil yakni ram­pungnya Rancangan Pera­turan Pemerintah (RPP) soal Temba­kau. “RPP tembakau ini sejak 2009 tidak beres-beres, tapi seka­rang sudah beres,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa selama sakit, Endang se­lalu memberikan arahan?

Ya. Selalu ada arahan. Meski Ibu Endang kondisinya masih sakit, semua pekerjaan di kemen­terian tetap berjalan baik. Tidak ada masalah hingga kini.

 

Siapa saja yang meng-han­dle pekerjaan strategis di Ke­men­kes?

Selama Ibu sakit, kami di Ke­menterian Kesehatan sudah ter­biasa meng-handle semua pe­kerjaan. Kan di Kemenkes ini tidak hanya ada saya. Tapi juga ada temen-temen seperti dirjen dan lainnya. Tidak ada satu pun program yang ter­ganggu se­lama ini.

 

Endang mengajukan pe­ngun­duran diri, tanggapan Anda?

Kalau dilihat dari kesehatannya Ibu Menkes ini memang memer­lu­kan konsentrasi untuk penyem­buhan. Beliau sendiri sudah mengingingkan berkonsentrasi pada penyembuhan. Tentunya, kami di Kementerian Kesehatan terus mendoakan agar beliau segera cepat sembuh.

 

Bagaimana kira-kira SBY ber­sikap mengenai pengajuan pengunduran diri ini?

Saya kira itu hak Pak Presiden. Sebetulnya Ibu Menkes sudah meminta untuk mengundurkan diri tetapi tidak dikabulkan se­belumnya.

Sekarang terserah Pak SBY. Kalau soal posisi Menteri, itu oto­ritas atau hak prerogatif Pre­siden. Yang penting kami tetap konsen­trasi pada program ke­menterian dan mendoakan Ibu lekas sem­buh. Di Kemenkes ini selalu memikirkan kesehatan rakyat dan Insya Allah kinerja akan tetap bagus.

 

Endang pernah berbicara de­ngan Anda atas rencana pe­ngun­d­uran ini?

Waktu itu kami sarankan Ibu tidak perlu mengundurkan diri. Tetapi karena kondisi Ibu yang perlu perawatan khusus, saya juga menyarankan agar Ibu Men­kes ini tidak usah memikirkan kantor, karena urusan kantor kami yang mengurusi.

Yang penting kesembuhannya pulih. Kalau beliau ingin ber­kon­sen­trasi pada pe­nyembu­han, ini kan hak be­liau te­tapi saya sudah menya­rankan bahwa Ibu sebe­narnya tak perlu mundur.


Yakin pe­ker­jaan di Ke­men­­­kes  ti­dak akan ter­pengaruh?

Selama ini kami bekerja maksi­mal dan cukup bagus. Seperti yang saya katakan tadi, kami telah merampungkan RPP soal tembakau.


Apa isi RPP tersebut?

Dalam RPP tentang pengama­nan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Di dalamnya di­sebutkan, kawasan tanpa asap rokok meliputi fasilitas pelaya­nan kesehatan, tempat belajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya.

Di kawasan tersebut tidak diperbolehkan kegiatan menjual, iklan, promosi produk temba­kau. Dalam pasal 50 ayat 2 RPP itu disebutkan tempat khusus untuk merokok harus berhubu­ngan lang­sung dengan udara luar. Salah satu sisinya tidak tertutup. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya