Berita

PT Astra International Tbk (ASII)

Otomotif

Astra Berambisi Produksi Satu Juta Unit Kendaraan

Kucurkan Dana Segar Rp 5 Triliun Untuk Anak Usaha
SABTU, 28 APRIL 2012 | 08:14 WIB

RMOL.PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana Rp 8 trilun untuk ekpansi sektor otomotif sepajang 2012. Dana itu akan  untuk mencapai target produksi mobil 1 juta unit pada 2013.

Presiden Direktur PT Astra Inter­national Tbk Prijono Su­giarto mengatakan, tahun ini pi­haknya menyiapkan dana Rp 2,5-3 triliun khusus untuk meng­e­m­bangkan otomotif yang lang­sung berada di bawah nau­ngan Astra. “Sedangkan di luar itu masih ada dana Rp 5 trilun untuk peru­sahaan aliansi seperti ADM (PT Astra Daihatsu Motor), TMMIn (Toyota Motor Manufac­turing Indonesia) dan lainnya,” ujarnya dalam Rapat Umum Pe­megang Saham Tahunan (RU­P­ST) di Jakarta, kemarin.

Prijono juga menyatakan opti­mis kinerja perseroan masih akan tumbuh baik pada tahun ini. Kon­disi ini tidak akan terpe­ngaruh  kenaikan batas mini­mum uang muka (down payment/DP) kenda­raan bermo­tor, serta ren­cana kenaikan harga dan pem­batasan bahan bakar minyak (BB­M) bersubsidi.

Menurutnya, bisnis Astra su­dah berubah dari 10 tahun lalu. Saat itu, kontribusi divisi otomo­tif mencapai 82 persen dan sisa  dari divisi lain. Namun, kini kon­tri­busi divisi otomotif sebesar 50 persen dan sisanya divisi lain 50 persen.

Lebih lanjut Prijono mengata­kan, pihaknya meminta Kemen­te­rian Keuangan meninjau kem­bali aturan DP tersebut melalui aso­siasi masing-masing. Hal itu di­karenakan NPL (Non Perfor­ming Loan) untuk kendaraan roda empat berada di bawah satu persen dan roda dua di bawah dua persen.

Direktur PT Astra International Tbk Johnny Darmawan meng­atakan, penambahan kapasitas produksi di ADM dan TMMin sudah dilakukan akhir dan awal ta­hun ini.  

“Kapasitas produksi industri otomotif nasional tahun in su­dah mencapai 800-900 ribu unit per tahun. Dengan tamba­han inves­ta­si menjadi 900 ribu hingga 1 juta unit dimulai tahun ini, jadi su­dah di­persiapkan itu,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya