Berita

Agus Martowardojo

Bisnis

Ada Apa Agus Marto Ngebet Naikkan Harga BBM Subsidi

Alasannya Cuma Harga ICP Bakal Tembus 120 Dolar AS Per Barel
SABTU, 28 APRIL 2012 | 08:04 WIB

RMOL.Meski ditolak DPR, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo ngotot harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi harus naik tahun depan.

Agus mengatakan, jika harga BBM masih dijual dengan harga se­karang, maka keseimbang ang­garan pada 2014 akan sulit ter­capai. Apalagi, anggaran subsidi BBM pada 2013 dan 2014 akan meningkat tajam.

Bekas Dirut Bank Mandiri itu memprediksi anggaran subsidi tahun depan bisa tembus Rp 319,7 triliun atau 19 persen dari belanja negara dalam Anggaran Pen­da­patan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan pada 2014 subsidi energi sekitar Rp 347,2 triliun.

“Total subsidi energi ditambah non subsidi pada tahun 2013 bisa Rp 360,5 triliun,” kata Agus di Jakarta, kemarin.

Agus Marto ini juga mem­pre­diksi harga In­donesia Crude Pri­ce (ICP) 2013 akan berada pa­da kisaran 100-120 dolar AS per barel de­ngan volume BBM ber­subsidi se­kitar 45 juta kiloliter. Me­nurut­nya, jumlah tersebut mem­beng­kak di­banding volume BBM bersubsidi tahun ini sebesar 40 juta kiloliter.

“ICP itu bisa sekitar 115 dolar AS per barel. Pada 2001 harganya ma­sih 28 dolar AS per barel, 2008 ma­sih di bawah 100 dolar AS per ba­rel. Sedangkan, 2011 rata-ra­ta­nya 111 dolar AS per barel,” jelasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi sangat tergantung dengan kondisi harga minyak du­nia. Menurut dia, jika harga minyak dunia melonjak tajam di atas pa­tokan ICP, maka peluang naik ada.

Namun untuk tahun ini, kata Wacik, syarat-syarat untuk me­naik­kan harga BBM yang diatur dalam APBNP belum terpenuhi, sehingga pemerintah belum bisa menaikkan harganya.

Dalam pasal 7 Ayat 6A Un­dang-Undang APBNP 2012 me­nye­butkan pemerintah bisa me­nyesuaikan harga jika minyak di atas rata-rata ICP 15 persen da­lam enam bulan terakhir.

“Kita bisa menaikkan harga kalau terjadi konflik di negara Ti­mur Tengah yang akan ber­dam­pak pa­da naiknya harga mi­nyak du­nia. Tapi kami tidak meng­ha­rap­kan itu,” katanya.

Karena itu, pihaknya saat ini akan fokus pada pengendalian kon­­sumsi BBM alias pem­ba­ta­san. Namun, untuk pembatasan ini tidak bisa diterapkan langsung se­rentak tapi harus bertahap.

Resmikan SPBU Pertamax

Kemarin, Pertamina meres­mi­kan pom bensin yang hanya men­jual BBM non subsidi di SPBU COCO (Company Owned, Com­pany Operated) milik Pertamina di Kawasan Pondok Indah, Ja­karta Selatan.

Direktur Marketing dan Tra­ding Pertamina Hanung Budya Yuktyanta mengatakan, pem­bangunan pom bensin khusus pertamax itu untuk mengen­dalikan konsumsi BBM subsidi.

“Kami terapkan di daerah elite terlebih dulu karena di daerah elite daya belinya tinggi dan memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membeli BBM bersubsidi,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya