Berita

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)

Bisnis

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp 3,32 Triliun

JUMAT, 27 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada triwulan I tahun 2012 berhasil membu­ku­kan laba bersih Rp 3,32 triliun atau tumbuh 17,50 persen diban­ding triwulan I tahun 2011. Sedangkan pendapatan ope­rasi mencapai Rp 17,80 triliun atau tumbuh sebesar 6,50 persen.

 â€œPencapaian ini sangat me­nggembirakan karena di tengah-tengah kompetisi yang sangat ketat, TelkomGroup masih mam­pu membukukan laba ber­sih dengan pertumbuhan yang signifikan,” ujar Direktur Uta­ma Telkom Rinaldi Firmansyah.

Menurutnya, pendapatan ope­rasi perseroan triwulan I tahun 2012 dikontribusi oleh bis­nis seluler yang dikelola oleh Telkomsel sebesar Rp 7,20 tri­liun atau tumbuh 6,50 persen. Selain itu, interkoneksi Rp 876 miliar atau tumbuh 3,50 persen, data, internet dan IT Rp 6,12 tri­liun atau tumbuh 12,20 persen.

“Pendapatan fixed line men­capai Rp 2,81 triliun atau turun 4,30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penuru­nan tersebut lebih baik diban­ding penurunan 2011 sebesar 11,40 persen,” imbuh Rinaldi.

Ini merupakan sinyal bahwa program retensi perseroan ter­ha­dap pelanggan fixed line menun­jukkan hasil yang positif. Selain itu, jumlah pelanggan fixed line tumbuh menjadi 8,69 juta atau 4,20 persen. Artinya, minat masyarakat terhadap telepon kabel mulai meningkat kembali.

Di dalam persaingan yang sa­ngat tajam, salah satu tan­tangan besar lain adalah bagaimana perseroan mengelola biaya. Pada triwulan I tahun 2012 cash operating expenses Telkom mencapai Rp 8,17 triliun atau tumbuh 1,40 persen.

Angka ini jauh lebih kecil jika dibanding pertumbuhan pen­da­patan sebesar 6,50 persen. Pen­capaian ini berhasil dilakukan se­hubungan dengan telah dite­rapkannya program cost opti­mization dan quality assurance initiatives, antara lain sen­tralisasi outsourcing, pensiun dini sukarela, optimalisasi pro­perti/aset, optimalisasi collec­tion fee dan pengelolaan travel management system.

Program lain cost optimi­zation adalah inovasi teknologi, salah satunya modernisasi ja­ringan akses dari kabel tembaga ke optik, sentralisasi pengelolaan kendaraan bermotor (KBM) dan bahan bakar minyak (BB­M), implementasi green energy dengan mengganti freon air conditioner dengan retrofit hydrocarbon bekerja sama dengan Pertamina dan beberapa program lain yang menguatkan kepada sinergi TelkomGroup maupun BUMN.

“Meskipun program cost optimization ini baru dilak­sanakan secara konsisten sekitar setahun, kami gembira karena telah memberikan hasil yang positif. Tentu program ini akan berlanjut karena efisiensi dan efektivitas dengan sasaran yang tepat merupakan kebutuhan perusahaan modern” terang Rinaldi.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya