ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Nilai ekspor kerajinan tahun ini ditargetnya menembus 800 juta dolar AS. Sampai 2015, nilai eksÂpor kerajinan ini diharapkan naik menjadi 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 13,7 triliun.
Demikian disampaikan PreÂsiden Susilo Bambang YuÂdhoÂyono (SBY), saat membuka paÂmeÂran dagang kerajinan IndoÂnesia atau Inacraft Ke-14 tahun 2012, di Jakarta Convention CenÂter (JCC), Senayan, kemarin.
Untuk mencapai peningkatan ekspor produk kerajinan tersebut, SBY mengingatkan pihak terkait untuk menyoroti 10 hal yang mamÂpu mendorong pertumbuhan penjualan produk.
Pertama, meningkatkan bisnis produk kerajinan sehingga bisa menÂdorong peningkatan bagi usaha kecil menengah (UKM) serta perÂekonomian di dalam negeri. KeÂdua, meningkatkan kualitas proÂduk, ketiga, memberikan akÂses permoÂdalan keÂpada pengÂrajin.
Keempat, mengelola manajeÂmen usaha dengan baik. Kelima, proÂmosi dan pemasaran harus dilakÂsanakan efektif. Keenam, mengupayakan agar penjualan menjadi sukses. Ketujuh, tidak mengÂabaikan branding, paten dan hak kekayaan intelektual.
“Ingat negara lain juga meÂningÂÂÂkatkan kualitas produk. Terus tingkatkan kualitas dengan tekÂnologi yang tepat, pelatihan dan melakukan studi banding dengan produk dari negara lain,†jelas Bos Istana Negara ini.
Kedelapan, membuat produk kerajinan yang ramah lingÂkungÂan. Kesembilan, adanya bimÂbingÂan dan pembinaan dari peÂmeÂrintah daerah. Kesepuluh, adaÂnya kebijakan dan regulasi yang tepat.
Menurut SBY, industri kreatif terÂmasuk kerajinan saat ini meÂmiliki kontribusi terhadap ekspor non migas Indonesia. Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi IndoÂnesia juga terdongkrak dari kiÂnerja industri kerajinan ini.
Sementara Menteri Perekonomian Hatta RaÂjasa menambahkan, penjualan ritel dan kontrak dagang dalam ajang tahunan ini terus meÂningÂkat. Penjualan ritel 2011 berÂhasil mencapai hampir Rp 100 miliar. Angka itu naik lima persen jika dibanÂdingkan pada 2010. Ia berharap, ajang Inacraft menjadi salah satu wadah untuk kamÂpanye cinta produk dalam negeri.
Tahun ini, dari 2.000 yang menÂdaftar, haÂnya 1.800 peserta paÂmeran yang tertampung di InaÂcraft 2012. Jumlah ini meningkat dibanÂdingÂkan jumlah peserta tahun lalu yang mencapai 1.650 perusahaan. Pada pameran yang diselenggarakan 25-29 April 2012, panitia menargetkan jumÂlah pengunjung 250 ribu orang, 1.000 di anÂtaranya berasal dari 100 negara selama. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39