Berita

Gita Wirjawan

Bisnis

Jangan Geer Dulu Dengan Kenaikan Investasi Asing

Ekonomi Di Paman Sam & Eropa Terus Goyang
SELASA, 24 APRIL 2012 | 10:32 WIB

RMOL. Pencapaian penanaman mo­dal asing (PMA) sebesar Rp 51,5 triliun pada kuartal I-2012 meru­pakan jumlah yang paling besar sepanjang sejarah.

“Ya angka FDI (foreign direct investment/PMA) ini merupakan yang paling besar sepanjang seja­rah untuk periode kuartalan se­perti ini,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Ja­karta, kemarin.

Kendati begitu, Gita mengim­bau agar gerak Indonesia terus diwaspadai. Angka FDI tetap harus dipertahankan. Pasalnya kea­daan pere­konomian global ma­sih belum stabil hingga saat ini, khususnya di Eropa dan di Ame­rika Serikat (AS).

“Kita jangan terlalu senang dulu. Masih ada sesuatu di luar sana yang dapat berimbas pada Indonesia nantinya,” paparnya.

Sedangkan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Ne­geri (PMDN) selama periode triwulan I-2012 sebesar Rp 19,7, sehingga total realisasi in­ves­tasi proyek pe­nanaman mo­dal tri­wulan I-2012 sebesar Rp 71,2 triliun. Apabila di­ban­dingkan dengan periode yang sama ter­jadi peningkatan sebesar 32,8 persen.

Dari sebaran investasi ber­da­sar­kan wilayah pada periode Januari-Maret 2012, porsi luar Jawa semakin besar. Realisasi in­vestasi di luar Pulau Jawa ada­lah sebesar Rp 33,6 triliun atau 47,2 persen dari total realisasi inves­tasi sebesar Rp 9,9 triliun atau ter­dapat peningkatan sebe­sar 41,8 persen.

Gita yang juga menjabat Men­teri Perdagangan itu mengata­kan, upaya pe­ningkatan pemera­taan investasi ke seluruh wilayah me­lalui ber­bagai kebijakan mem­per­lihatkan hasil yang cukup meng­gem­bira­kan. Hal ini terlihat dari realisasi Pulau Jawa hampir men­dekati separuh dari total realisasi inves­tasi pada periode ini.

“Kami yakin dengan perce­pa­tan pembangunan infrastruktur ter­masuk penyediaan gas dan listrik akan terjadi peningkatan dan penyebaran investasi yang lebih besar dimasa yang akan datang,” ujarnya kepada warta­wan di Kantor BKPM, kemarin.

Anggota Komisi VI DPR Su­kur Nababan meminta pe­me­rintah jangan terlalu geer (per­caya diri) dengan kenaikan inves­tasi tersebut.

Dikatakan, jika kenaikan in­vestasi tersebut mampu me­ning­kat­kan lapangan kerja serta meng­urangi kemiskinan, maka hal itu patut diapresiasi. “Untuk itu, kita akan meminta data riil in­vestasi asing ke eko­nomi na­si­onal,” tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya