Berita

ilustrasi

PEMBATASAN BBM BERSUBSIDI

Pemerintah Dicap Kehabisan Akal

SELASA, 24 APRIL 2012 | 12:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rencana pemerintah melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai melahirkan situasi yang paradoks dengan apa yang telah diputuskan DPR dalam sidang paripurna belum lama ini.

"UU APBN 2012 yang diubah menjadi UU APBNP terutama pasal 7ayat 6a seharusnya batal karena kembali ke rencana pembatasaan bbm," tegas aktivis Relawan Perjuangan Demokrat (Repdem) Jakarta Faisal Rachman siang ini (Selasa, 24/4).

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April batal. Namun, DPR memberi kesempatan dengan memasukkan pasal 7 ayat 6a, dimana pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM bersubsidi bila ada kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata selama enam bulan.

"Jelas ini bukti pemerintah kehilangan akal untuk memaksa  liberalisasi Migas, bolak balik hanya sekitar pembatasan atau menaikkan harga," tegas Rachman.

Karena pemerintah akan melarang kendaraan dengan dengan mesin 1500 cc ke atas menggunakan BBM bersubsidi, menurutnya, semakin jelas, pemerintah diatur oleh lembaga asing, seperti apa yang pernah dimuat lembaga survei. Dimana lembaga survei internasional itu menyayangkan penundaan kenaikan harga  BBM dan listrik. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya