Berita

Tjahjo Kumolo

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Capres PDI Perjuangan 2014 Pasti Keluarga Bung Karno

SELASA, 24 APRIL 2012 | 09:28 WIB

RMOL. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hingga kini tidak mau ikut-ikutan dengan partai politik lain yang sudah mulai membicarakan calon presiden Pemilu 2014.

“PDI Perjuangan belum mem­bahas capres 2014. Karena tahun ini sebagai tahap pemantapan dan kaderisasi serta rekrutmen calon legislatif dulu,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo kepada Rakyat Merdeka, di Ja­karta, kemarin.

Kewenangan menentukan ca­lon presiden (capres) dan calon wa­kil presiden (cawapres) dari PDI Perjaungan  berada pada Ke­tua Umum DPP PDI Perjuangan. Saat ini, pihaknya sedang mem­perkuat kadernya untuk tetap menjaga solidaritas.

“Pengambilan keputusan ca­pres dan cawapres diserahkan ke­pada Ibu Megawati Soekarno­putri. Apapun capres dan cawa­pres PDIP Perjuangan pasti dari ke­luarga besar Bung Karno se­perti aspirasi massa PDI Perjua­ngan,” katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Ada kemungkinan Megawati dicalonkan lagi dong?

Soal Ibu Megawati akan maju kembali atau tidak sebagai ca­lon presiden pada Pemilu 2014, ya kita tunggu saja momentum­nya. Penentuannya masih belum tahu kapan, karena kami masih meli­hat momentumnya yang tepat saja.


Bagaimana dengan Puan Ma­harani?

Seperti yang saya katakan tadi, tunggu momentum yang tepat saja. Yang jelas, bisa Ibu Mega­wati Soekarnoputri sebagai ca­pres atau figure lainnya, seperti Mbak Puan Maharani yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PDI Per­juangan DPR. Saya kira, capres dari PDI Perjuangan pasti dari keluarga Bung Karno.

    

Kapan momentum yang tepat untuk mengumumkan calon pre­siden dari PDIP?

Waktu momentumnya kita melihat dinamika politik nasional yang tepat. Bisa sebelum atau se­sudah Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD 2014. Bisa mandiri atau koalisi. Keputusan nanti ter­serah Ibu Megawati.

   

Kenapa pengambilan keputu­san diserahkan ke Megawati?

Kewenangan yang diberikan kepada Ibu Megawati ini meru­pakan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP Per­juangan di Bandung pada tanggal 12-14 Desember 2011.

   

PDIP tidak menggunakan survei?

Faktor hasil survei menjadi salah satu pertimbangan, di sam­ping pertimbangan keputusan politik partai tentunya. Kita lihat saja nanti, waktunya masih cukup lama.

   

Keputusan Rakernas 12-14 Desember 2011 soal apa saja?

Keputusan Rakernas itu guna memastikan pelaksanaan cita-cita politik dalam mewujudkan Indo­nesia yang berdaulat dibidang poli­tik, berdikari dibidang eko­nomi.

Tidak itu saja, tapi juga ber­kepribadian dibidang kebuda­yaan, serta menjamin transisi ke­pemimpinan partai sesuai dengan keputusan Kongres III PDI Perjuangan.

   

PDIP tidak takut ketinggal dengan partai lain yang sudah mu­­lai memunculkan capres 2014?

Karena itulah, saya sebagai Sek­jen DPP PDI Perjuangan menghimbau seluruh jajaran ka­der anggota simpatisan PDI Per­juangan wajib menjaga soli­da­ritas partai.

Saya juga berharap, kader PDI perjuangan bekerja keras untuk rakyat dan menghindari polemic capres dan cawapres yang berpo­tensi memecah belah partai tersebut.

   

Apa yang disiapkan PDIP?

PDIP sudah mempersiapkan platform politik partai. Nantinya akan dijadikan se­ba­gai dasar da­lam menyusun agenda dan pro­gram bang­sa strategis yang kom­pere­hensif integral demi pemba­ngu­nan bangsa Indonesia dalam jangka panjang yang secara siste­matis dalam rang­ka pileg dan pilpres.


Kader-kader PDIP siap pim­pin negara ke depan?

Kader-kader kami banyak yang berkualitas. Bagi kami, kata kun­ci­nya selain pemimpin mem­pu­nyai ketegasan untuk meng­ambil keputusan politik, juga memer­lu­kan pemahaman yang kuat ter­hadap ideologi bangsa ini.

Sehingga, pemimpin tersebut mampu memberikan arah, me­miliki kemampuan teknokrasi dan komitmen kerakyatan yang sangat kuat.

   

Apa pandangan Anda Pe­milu 2014?

Mencermati gelagat dan per­kem­bangan dinamika dari ber­bagai evaluasi pemerintah yang dihasilkan melalui proses pemilu presiden secara langsung pada tahun 2004 dan 2009. Masalah estafet kepemimpinan tahun 2014 memang penting untuk menjadi agenda strategis setiap partai. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya