Berita

Korea Utara (Korut)

Bisnis

Korut Sesumbar Dalam 4 Menit Korsel Hancur

SELASA, 24 APRIL 2012 | 08:11 WIB

RMOL. Korea Utara (Korut) ba­wa­annya marah melulu dengan Korea Selatan (Korsel). Selain ingin mengancam akan me­nying­kirkan Presiden Korsel Lee Myung-Bak terkait tu­dingan penghinaan, diktator militer Korut juga ingin mem­bumi­ha­nguskan Seoul, ibukota Korsel.

Ancaman Korut ini erat kai­tannya dengan pernyataan Pre­siden Lee pada peringatan 100 tahun lahirnya Kim Il-Sung, pa­da 15 April, yang dinilai meng­hina pemimpin dan rakyat Korut.

Presiden Lee, kala itu, mem­permasalahkan biaya pem­buatan roket jarak jauh Korut yang menghabiskan dana se­besar 850 juta dolar AS, pa­dahal akhirnya gagal. Menurut Lee, uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membeli 2,5 juta ton jagung bagi rakyat Korut yang kelaparan.

Belakangan, Korut me­nge­luarkan penyataan yang se­makin tajam dan provokatif. Para pengamat menilai, an­caman militer Korut ini sangat mungkin terjadi.

“Operasi khusus yang dila­kukan oleh angkatan bersenjata kita yang revolusioner akan segera dilakukan, untuk meng­hancurkan tantangan-tan­ta­ngan dari kelompok peng­khianat,” demikian pernyataan kan­tor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), kemarin.

“Target mereka adalah Lee Myung-Bak dan kelompok pengkhianatnya, para penjahat, dan kelompok-kelompok pe­ngerat lainnya termasuk media massa yang telah mengan­curkan keberadaan opini publik yang adil,” isi KCNA.

Namun sayangnya, tidak dijelaskan seperti apa operasi khusus yang akan dilakukan tersebut. KCNA hanya me­nyatakan, operasi ini akan menghancurkan Seoul dalam waktu singkat.

“Jika operasi khusus ini dilakukan, akan mampu meng­hancurkan kelompok pengerat dan para provokator hingga menjadi abu dalam waktu ha­nya 3- 4 menit, bahkan le­bih singkat dari itu, dengan alat dan cara khusus yang belum pernah dilakukan sebe­lum­nya,” tegas KCNA. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya