Berita

Jero Wa­cik

Bisnis

Reforminer: Kerja Wakil Menteri ESDM Mirip Kepala Humas

Belum Mendesak Untuk Dipilih
SELASA, 24 APRIL 2012 | 08:35 WIB

RMOL. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menentukan pengganti Widjajono Partowidagdo se­bagai wakil menteri (wamen).

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik mengaku, hingga saat ini dirinya belum tahu siapa yang bakal meng­gan­tikan Widjajono Parto­widag­do yang meninggal Sabtu 21 April.

Wacik menjelaskan, penun­ju­kan dan pergantian menteri dan wamen merupakan hak pre­rogatif Presiden. “Saya tidak tahu siapa dan belum ada sinyal,” kata Wacik di kan­tornya, kemarin.

Ditemui terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa me­ne­gaskan, hingga kini Pre­siden belum membahas siapa pengganti Widjajono Parto­wi­dagdo sebagai wamen ESDM.

Saat ditanya apakah dia su­dah menyiapkan nama, Hatta mengatakan belum mengan­tongi nama. Meski begitu, dia me­ngakui nama Widjajono muncul atas usulan­nya. Tapi untuk menga­jukan orang baru lagi, dirinya harus menunggu Presiden.

Menurut Hatta, posisi wa­men ESDM sangat strategis dan diperlukan pemerintah. Karena bidang yang harus ditangani sangat kompleks seperti mineral, migas dan oli.

Kendati saat ini belum ada penggantinya, pemerintah tetap akan melanjutkan pro­gram kebijakan energi karena sudah memiliki sistem.

Untuk diketahui, Wamen ESDM Widjajono Parto­widag­­do meninggal saat me­la­kukan pendakian di Gunung Tambora, NTB, Sabtu (21/4).

Sementara Direktur Refor­miner In­stitute Pri Agung Rachmanto menyatakan, untuk saat ini ke­beradaan pengganti Widja­jono tidak begitu men­desak. Ka­rena dalam aturan­nya, po­sisi Wamen hanya mem­be­rikan masukan sehingga tidak bisa mengambil keputusan.

“Pak Wid (Widjajono) da­lam bidang minyak sangat ahli, namun sayang posisi dia se­bagai wamen tidak bisa mengambil keputusan. Se­mua­nya ada di menteri,” ujar Pri Agung, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Bahkan, kata dia, saat ramai rencana kenaikan harga BBM subsidi, posisi dia sama se­perti Kepala Hubungan Masyarakat (Humas). Karena itu, se­belum pemerintah memilih peng­gan­tinya, sebaiknya dilaku­kan perbaikan dalam pembagian tugas antara men­teri dan wamen.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya