ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Kalangan DPR dan penguÂsaha mendesak Dirjen Bea Cukai agar lebih serius menangkal berÂbagai aksi penyelundupan khuÂsusÂnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berbagai aksi seÂlundupan tersebut dinilai sudah merusak pasar dalam negeri.
Anggota DPR Komisi XI Indah Kurnia mengatakan akan menjadwal pemanggilan Dirjen Bea Cukai Agung Kuswardhono pasca masa reses. “PemanggiÂlannya akan dilakukan saat maÂsuk masa sidang. Tentunya tidak untuk saat ini. Terakhir kami kunÂjungan ke Pelabuhan Tanjung priok,†jelasnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Jumat (20/4).
Sementara Sekertaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani menuÂturkan akan membawa dampak yang cukup serius untuk produk dalam negeri dan juga konsumen dalam negeri.
Ia menuturkan, seperti produk elektronik dan makanan minuÂman yang tidak menyertakan baÂhasa Indonesia. Sehingga bisa memÂbuat bingung kepada konÂsuÂmen karena kendala kesulitan baÂhasa. Menurutnya, pengaÂwaÂsan yang dilakukan oleh KemenÂterian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pengawas Obat dan MakaÂnan (BPOM) masih kurang makÂsimal.
“Saya kira mereka (Kemendag dan BPOM) tidak bisa melakuÂkan pengawasan sendirian. Harus melibatkan peran serta masyaÂrakat umum,†ujarnya saat dikonÂtak Rakyat Merdeka, kemarin. Dia mencontohkan, dengan memÂÂberikan sarana informasi kepada masyarakat luas dan juga bagi masyarakat yang mengetaÂhui beredarnya produk illegal untuk segera melaporkannya.
Sementara informasi yang diÂterima Rakyat Merdeka, menurut Indah, DPR juga akan memperÂtanyakan kabar adanya oknum peÂjabat yang menyelundupkan kenÂdaraan motor gede Harley DavidÂson. Hingga kabarnya, kasus terÂsebut masih terkatung-katung.
Sementara Kepala Bagian PeÂninÂdakan Bea Cukai Tanjung Priok hingga berita diturunkan belum bisa dikontak terkait kabar penyelundupan elektronik mauÂpun moge. Sebelumnya, Dirjen Bea Cukai Agung Kuswardhono berÂtekad akan membereskan berÂbagai aksi penyelundupan, termaÂsuk di Pelabuhan Tanjung Priok.
Franky yang juga menjabat seÂbagai Sekretaris Jenderal GabuÂngan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) ini meÂminta kepada pemerintah untuk lebih ketat lagi dalam melakukan peÂngaÂwasan terhadap kawasan perÂbatasan dan pintu masuk pelaÂbuhan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan LoÂgisÂtik Natsir Mansyur mengataÂkan, dengan beredarnya produk illegal yang ada di Indonesia bisa mengancam produk dalam neÂgeri. Karena harganya yang jauh lebih murah. “Pangsa pasar doÂmestik kita memang luas. SeÂhingga banyak yang mau meÂlakukan penyelundupan kaÂrena ada permintaan dari para konsuÂmen,†cetusnya saat dikontak Rakyat Merdeka, Jumat (20/4).
Untuk menanggapi ini, bebeÂrapa waktu yang lalu Komisi XI DPR sudah membentuk Panitia Kerja (panja). Komisi XI menilai banyak kebocoran akibat ulah mafia dalam penerimaan negara di sektor Bea dan Cukai. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39