Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Aduh, 60 Persen Impor TPT Didominasi China

SENIN, 23 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Asosiasi Pertekstilan Indo­ne­sia (API) memperkirakan impor tek­stil dan produk tekstil (TPT) kuartal I 2012 akan turun tiga per­sen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai impornya sendiri akan mencapai sekitar 6,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55,8 triliun pada kuartal I tahun ini.

“China masih mendominasi 60 persen impor produk TPT,” tegas Ketua Umum API Ade Sudrajat.

Membanjirnya poduk TPT dari China di dalam ne­geri, diakuik, akibat penerapan ASEAN-Chi­na Free Trade Agreement (ACFTA). Ade mengatakan, industri TPT dalam negeri saat ini sangat sulit bersaing dengan TPT dari Negeri Tirai Bambu itu.

Ade beranggapan, produsen TPT di China memproduksi da­lam jumlah yang besar. Sementara industri TPT dalam negeri ter­batas karena teknologi mesinnya juga kalah. Untuk itu, lanjut dia, pelaku usaha TPT meminta pemerintah serius membangun infrastruktur, seperti jalan tol, listrik dan pelabuhan laut dalam upaya meningkatkan daya saing produk itu di pasar internasional.

“Sampai saat ini kendala infra­struktur masih saja menjadi per­masalahan bagi pengusaha tekstil. Padahal infrastruktur penting bagi kelancaran usaha,” jelasnya.

Sedangkan untuk ekspor TPT pa­da kuartal I 2012 meningkat 5 per­­sen dibanding periode yang sa­­­ma tahun lalu. Diperkirakan kuar­tal I ekspor TPT mencapai 3,5 mi­liar dolar AS. Pada kuartal I 2011, ekspornya hanya 3 miliar dolar AS.

Menurut Ade, hanya Indonesia yang mengalami peningkatan kinerja ekspor TPT. “Krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa tidak berimbas pada ekspor TPT. Produk TPT asal In­donesia menguasai dua persen pangsa pasar dunia,” paparnya.

Lebih lanjut, negara yang pa­ling terkena dampak dari krisis global itu China. Pasalnya, negara tersebut menguasai 60 persen pasar TPT dunia.

Permintaan produk TPT asal China di Amerika Serikat dan Eropa mulai mengalami penuru­nan. Selain China, Afrika Utara, Ma­roko serta Aljazair mulai me­nunjukkan tren penurunan.

Direktur Industri Tekstil dan Aneka Kementerian Per­indus­trian Ramon Bangun menga­takan, program restrukturisasi permesinan di sektor TPT telah menelan dana Rp 800 miliar.

Menurut Ramon, program restrukturisasi industri TPT akan mampu mendukung industri kreatif fashion di Indonesia. Selama ini, industri tekstil meru­pakan lokomotif penggerak perekonomian nasional.

Ramon menjelaskan, peme­rintah akan terus meningkatkan daya saing industri, peningkatan kualitas dan desain produk melalui pelatihan.

Ramon menambahkan, industri TPT harus meningkatkan daya saing terutama untuk mening­katkan ekspor. Namun, belum semua industri TPT nasional berorientasi ekspor. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya