Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Kami Tidak Intervensi Hakim, Vonis Nazar Harus Dihormati

MINGGU, 22 APRIL 2012 | 08:53 WIB

RMOL.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua merasa yakin citra partainya semakin membaik setelah divonisnya Nazaruddin.

“Kami meminta stop meng­hu­jat Demokrat terkait kasus itu. Mari kita hormati putusan ha­kim,’’ kata  Max Sopacua kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, terdakwa ka­sus suap Wisma Atlet,  Naza­ruddin, divonis 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta. Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu 7 tahun pen­jara dan denda Rp 300 juta.

Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat ini dinilai terbukti ber­salah dalam kasus suap wisma atlet, karena menerima suap dari Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI).

Max Sopacua selanjutnya mengatakan, kasus ini tidak ada kaitan dengan Kongres Partai Demokrat seperti sudah diputus­kan hakim.

Berikut kutipan selengkapnya;

Dengan putusan ini apa opti­mistis citra Partai Demokrat  lebih baik?

Sejak awal kita menginginkan persoalan yang me­nyang­­­kut Naza­ruddin ini selesai, sehingga Partai De­mokrat ti­dak ter­seret te­rus me­nerus.

Sejak awal su­dah saya bi­lang  masa­lah Na­za­ruddin ini si­fatnya bu­kan ke­­bi­ja­­kan partai.

Nah de­ngan  su­dah diputuskan kasus ini, kita me­ng­­inginkan agar bisa me­ngem­­bali­kan nama baik De­mokrat.

Apakah me­nu­­rut Anda ke­pu­tu­san ini ter­lalu ri­ngan?

Sejak awal Par­tai Demokrat me­nye­rahkan pro­ses yang me­nyangkut Na­za­ruddin ini ke lem­­baga hukum. Par­tai tidak pada po­sisi intervensi hu­kum.

Kami sangat meng­­hormati pro­ses yang ber­ja­lan. Terlepas dari apa yang men­jadi permin­taan jaksa tujuh tahun dan di­pu­­tus­kan hakim empat tahun se­puluh bulan. Itu kan se­buah pro­ses yang terjadi. Kami tidak men­campuri urusan itu.

Berarti senang ya?

Kami menerima dengan ta­ngan terbuka apa yang menjadi keputu­san hakim tersebut. Kami tidak perlu mengomentari hasil dari keputusan itu.

Hakim menganggap perkara Nazaruddin tidak terkait de­ngan kongres Partai Demokrat, Anda lega?

Ya, ini sangat melegakan. Tapi kami tidak inter­vensi. Ha­kim yang memutuskan bahwa Nazar tidak terkait de­ngan kong­res Par­tai De­mokrat di Bandung.

Sejak awal kami su­dah me­minta su­paya proses ini cepat selesai, sehingga Partai Demokrat ti­dak jadi bulan-bu­lanan.

Kasus ini bisa ban­­ding dan ka­sasi, tentu masih pan­jang pro­ses­nya, ba­gai­mana ka­lau tetap jadi bulan-bula­nan?

Partai Demokrat dituduh be­gitu, dituduh begini, ya sebagai partai yang berada di peringkat nomor satu, ya wajar kalau di­kri­­tisi dari berbagai pihak. Karena bagaimanapun toh se­mua partai politik ingin menjadi pemenang Pemilu 2014.

Apa ini membuat pusing?

Kami tidak terlalu pusing me­ngenai hal itu. Dengan divonis­nya  Nazaruddin, tentu citra Partai Demokrat semakin baik. Sebab,  persoalan yang me­nyang­­kut Pak Nazaruddin ini bukan per­soalan Partai Demokrat.

Bagaimana pendapat Anda mengenai niat KPK untuk ban­ding?

Saya kira itu urusan hukum, kami tidak mau intervensi. Kami menghormati setiap ke­pu­tusan yang dilakukan lembaga hu­­kum. Terserah kalau nanti KPK ingin melakukan banding, saya kira itu urusan KPK, bukan uru­san Partai Demokrat.

Apapun yang terjadi saat ini kami menghormati semua kepu­tusan yang terjadi terhadap  Nazaruddin. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya