Berita

Obama/ist

Dunia

Presiden Obama Minta Sudan Bersaudara Rujuk

SABTU, 21 APRIL 2012 | 12:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan agar pertempuran antara Sudan dan Sudan Selatan segera diakhiri. Obama juga meminta agar kedua pemimpin negara untuk berunding menyelesaikan konflik mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Obama pada Jumat (20/4), dalam sebuah rekaman pesan video yang ditujukan kepada rakyat di kedua negara tersebut.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama Jumat malam menyerukan diakhirinya pertempuran antara Sudan dan Sudan Selatan dan perundingan langsung antara para pemimpin kedua negara untuk menyelesaikan konflik mereka.


Obama mengimbau agar pemerintah Sudan segera menghentikan segala bentuk tindakan militernya, termasuk pengeboman udara. Begitu juga pemerintah Sudan Selatan, harus mengakhiri dukungannya terhadap kelompok bersenjata di Sudan dan pihaknya harus mengupayakan penghentian aksi militer diperbatasan.

"Para presiden dari Sudan dan Sudan Selatan harus berani untuk kembali ke meja dan berunding untuk mengatasi masalah ini secara damai," tegas Obama seperti dilansir Washington Post (Sabtu, 21/4).

Imbauan Obama ini muncul sesaat setelah Sudan, pada Jumat (20/4), mengatakan pasukannya tengah mengejar pasukan Sudan Selatan dari ladang minyak utama.

Bentrokan di wilayah perbatasan antara Sudan dan Sudan Selatan ini meningkat sejak pekan lalu. Serangan udara sering dilakukan oleh Sudan dengan dalih memukul mundur pasukan Sudan Selatan dari ladang minyak mereka di Heglig.

Sejak terjadi invasi, produksi di Heglig telah ditutup dan fasilitas mengalami kebocoran. Masing-masing pihak menuduh merusak infrastruktur minyak itu.

Kekerasan Heglig merupakan hal terburuk sejak Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya Juli tahun lalu, setelah sebelumnya terjadi perang sipil sejak 1983 hingga 2005 di mana lebih dari dua juta orang meninggal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya