Berita

ilustrasi, tambang

Bisnis

Gairahkan Hilirisasi Bisnis Tambang, PLN Siap Pasok Listrik 300 Megawatt

SABTU, 21 APRIL 2012 | 08:14 WIB

RMOL.PT PLN siap memasok listrik se­besar 300 Megawatt (MW) da­lam rangka memenuhi kebutuhan energi untuk operasional smelter (pengolahan tambang) industri nikel milik PT Bumi Modern Se­jahtera (BMS) yang berlokasi di Sulawesi dan Jawa Timur.

Hal ini tertuang dalam nota ke­sepahaman antara PLN dengan PT BMS yang ditandatangani Di­rektur Utama PLN Nur Pamudji dengan Dirut PT BMS David Ho­noris di Kantor Pusat PLN, Ja­karta, kemarin.

Direktur Utama PLN Nur Pa­mudji mengatakan, kesepakatan ini merupakan langkah penting dan merupakan komitmen PLN untuk mendukung policy peme­rintah bahwa hasil mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah. PLN mengontak bebe­rapa produsen mineral yang me­nawarkan fasilitas smelter di Indonesia.

“Kebanyakan persoalannya itu ada di listrik. Karena PLN ber­bisnis di bidang listrik, maka PLN harus menyambut po­licy pe­merintah tersebut dengan menye­diakan listrik yang cukup besar,” jelas Nur Pamudji.

Menurutnya, PLN mendukung industri yang mengembangkan smelter di Jawa, di lokasi mana­pun terutama Jepara atau Rem­bang karena listrik tersedia di daerah itu sudah aman. Listrik untuk smelter di desain berbeda dengan listrik untuk pabrik biasa.

“Nanti kita akan menjelaskan persyaratan teknis yang harus di­penuhi, jangan sampai smelter  ini menimbulkan distorsi pasokan listrik di sekitarnya. Untuk hal se­perti itu, standar internasional sudah ada dan prakteknya sudah dilakukan,” tandas Nur Pamudji.

Manajer Senior Komunikasi Kor­porat PLN Bambang Dwi­yanto menyambung, melalui peng­gunaan smelter, PT BMS berpotensi memberikan nilai tam­bah berupa peningkatan nilai tambah bahan mentah ferro-nikel sekitar 400 persen bagi negara dari 55 dolar AS per ton menjadi 232 dolar AS per ton bahan mentah.

Selain itu, berpotensi terhadap penambahan nilai pada sektor pajak sekitar 300 persen jika di­bandingkan ekspor bahan men­tah, menyerap tenaga kerja hingga 1.500 orang dan meng­ha­sil­kan produksi penambangan yang lebih terkendali.

Adapun manfaat lainnya yakni memacu industri hilir karena ke­tersediaan bahan baku dalam negeri, mengurangi kerusakan lingkungan karena mineral yang tidak dimanfaatkan dapat dikem­balikan, memberikan efek beran­tai yang positif di sektor pere­ko­nomian dengan adanya pemasok dan industri-industri ikutannya serta pemerataan perekonomian tidak hanyak di pusat tapi juga di daerah.

Seperti diketahui, PT BMS  merupakan badan usaha swasta yang bergerak di bidang investasi untuk pertambangan dan pengo­la­han, khususnya biji nikel, yang berencana membangun pabrik smelter di Sulawesi dan di Jawa Timur. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya