Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
RMOL.Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyaÂtakan masih ada BUMN yang terÂpaksa merugi senilai Rp 3,2 triliun.
“Rugi masih ada di 2011. Ada 23 BUMN, total nilainya Rp 3,2 triliun,†ungkap Sekretaris KemenÂteÂrian BUMN Wahyu Hidayat dalam laporan keuangan tahun buku 2011 di kantornya, kemarin.
Sayangnya, Wahyu enggan meÂrinci siapa-siapa saja BUMN yang masih berkinerja buruk tersebut. “Ada beberapa. Namun dari seluruhnya, 15 (laporan keÂuangan) unaudited, tiga audited dan sisanya yang lalu,†tambahnya.
Menurut Wahyu, pihaknya tiÂdak bisa memaksakan seluruh BUMN harus mencatat untung. Proses di tiap-tiap perusahaan tentu berbeda, meski cita-cita kementerian yakni, seluruh BUMN mampu meraih kinerja keuangan yang maksimal.
Selain itu, Kementerian BUMN menargetkan laba bersih seluruh perusahaan milik negara tahun ini mencapai sekitar Rp 145,564 triliun.
“Angka itu naik 17,45 persen dibanding prognosa laba bersih 2011 sebesar Rp 123,935 triliun,†jelasnya.
Wahyu mengatakan, pertumÂbuhan laba tahun ini akan didoÂrong oleh membaiknya perÂekoÂnomian nasional. Selain itu, proÂgram efisiensi di masing-masing BUMN yang disesuaikan dengan kemamÂpuan perusahaan dalam menyeÂdiakan belanja modal dan belanja operasional juga menjadi faktor naiknya laba.
Dia juga memproyeksikan total pendapatan 2012 diperkirakan mencapai Rp 1,495,69 triliun. Jumlah pendapatan itu juga mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya Rp 1,387,67 triliun.
Untuk tahun ini, hampir semua BUMN bisa meningkatkan penÂdapatan. Kendati begitu, Wahyu meÂngakui pendapatan terbesar maÂsih akan disumbang oleh BUMN energi, perkebunan, keuangan dan infrastruktur.
Lebih jauh dia merinci, penÂdapatan BUMN tahun ini masih akan disumbang oleh PT PertaÂmina dan PT Perusahaan Listrik NeÂgara (PLN). Pendapatan kedua peruÂsahaan tersebut diperkirakan akan mencapai Rp 741,315 triliun.
Sedangkan laba bersih kedua BUMN energi itu akan mencapai Rp 36 triliun atau naik 27,27 persen dibanding laba 2011 sekitar Rp 28,29 triliun.
Dari sisi aset, lanjut Wahyu, tahun ini seluruh BUMN diperÂkirakan mencapai Rp 3,422,42 triliun atau naik dari sebelumnya Rp 2,962,69 triliun. Sedangkan, capex 2012 dari 141 BUMN akan mencapai sekitar Rp 217,38 triliun, naik dari 2011 sebesar Rp 142,33 triliun.
Namun, untuk opex seluruh BUMN tahun ini akan mengaÂlami penurunan. Untuk tahun ini, opex dialokasikan Rp 1,216,45 triliun, sedangkan tahun lalu Rp 1,226,55 triliun.
“Setoran dividen dipatok Rp 30,776 triliun, jumlah itu naik dari tahun lalu yang mencapai Rp 28,171 triliun,†papar Wahyu.
Selain itu, dia juga mengklaim masuknya 6 perusahaan peÂmerintah dalam daftar 2.000 korporasi terbesar di dunia. Hal ini menunjukan bahwa BUMN tidak kalah dari perusahaan-perusahaan swasta kelas dunia yang beroperasi di Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39