Berita

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bisnis

23 BUMN Merugi Rp 3,2 Triliun

SABTU, 21 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menya­takan masih ada BUMN yang ter­paksa merugi senilai Rp 3,2 triliun.

“Rugi masih ada di 2011. Ada 23 BUMN, total nilainya Rp 3,2 triliun,” ungkap Sekretaris Kemen­te­rian BUMN Wahyu Hidayat dalam laporan keuangan tahun buku 2011 di kantornya, kemarin.

Sayangnya, Wahyu enggan me­rinci siapa-siapa saja BUMN yang masih berkinerja buruk tersebut. “Ada beberapa. Namun dari seluruhnya, 15 (laporan ke­uangan) unaudited, tiga audited dan sisanya yang lalu,” tambahnya.

Menurut Wahyu, pihaknya ti­dak bisa memaksakan seluruh BUMN harus mencatat untung. Proses di tiap-tiap perusahaan tentu berbeda, meski cita-cita kementerian yakni, seluruh BUMN mampu meraih kinerja keuangan yang maksimal.

Selain itu, Kementerian BUMN menargetkan laba bersih seluruh perusahaan milik negara tahun ini mencapai sekitar Rp 145,564 triliun.

“Angka itu naik 17,45 persen dibanding prognosa laba bersih 2011 sebesar Rp 123,935 triliun,” jelasnya.

Wahyu mengatakan, pertum­buhan laba tahun ini akan dido­rong oleh membaiknya per­eko­nomian nasional. Selain itu, pro­gram efisiensi di masing-masing BUMN yang disesuaikan dengan kemam­puan perusahaan dalam menye­diakan belanja modal dan belanja operasional juga menjadi faktor naiknya laba.

Dia juga memproyeksikan total pendapatan 2012 diperkirakan mencapai Rp 1,495,69 triliun. Jumlah pendapatan itu juga mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya Rp 1,387,67 triliun.

Untuk tahun ini, hampir semua BUMN bisa meningkatkan pen­dapatan. Kendati begitu, Wahyu me­ngakui pendapatan terbesar ma­sih akan disumbang oleh BUMN energi, perkebunan, keuangan dan infrastruktur.

Lebih jauh dia merinci, pen­dapatan BUMN tahun ini masih akan disumbang oleh PT Perta­mina dan PT Perusahaan Listrik Ne­gara (PLN). Pendapatan kedua peru­sahaan tersebut diperkirakan akan mencapai Rp 741,315 triliun.

Sedangkan laba bersih kedua BUMN energi itu akan mencapai Rp 36 triliun atau naik 27,27 persen dibanding laba 2011 sekitar Rp 28,29 triliun.

Dari sisi aset, lanjut Wahyu, tahun ini seluruh BUMN diper­kirakan mencapai Rp 3,422,42 triliun atau naik dari sebelumnya Rp 2,962,69 triliun. Sedangkan, capex 2012 dari 141 BUMN akan mencapai sekitar Rp 217,38 triliun, naik dari 2011 sebesar Rp 142,33 triliun.

Namun, untuk opex seluruh BUMN tahun ini akan menga­lami penurunan. Untuk tahun ini, opex dialokasikan Rp 1,216,45 triliun, sedangkan tahun lalu Rp 1,226,55 triliun.

“Setoran dividen dipatok Rp 30,776 triliun, jumlah itu naik dari tahun lalu yang mencapai Rp 28,171 triliun,” papar Wahyu.

Selain itu, dia juga mengklaim masuknya 6 perusahaan pe­merintah dalam  daftar 2.000 korporasi terbesar di dunia. Hal ini menunjukan bahwa BUMN tidak kalah dari perusahaan-perusahaan swasta kelas dunia yang beroperasi di Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya