Berita

wisma atlet/ist

Putusan Hakim Menguatkan Dugaan Kejahatan Korporasi PT DGI

JUMAT, 20 APRIL 2012 | 16:29 WIB | LAPORAN:

RMOL. Dalam surat putusan vonis Nazaruddin, anggota Majelis Hakim, Marsudin Nainggolan mengatakan bahwa  PT Duta Graha Indah (PT DGI) memanfaatkan posisi Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat dan memiliki hubungan dengan Menpora Andi Mallarangeng yang juga kader Partai Demokrat. Ini dilakukan agar PT DGI mendapatkan proyek dari Kemenpora.

Hal ini tentunya mengingatkan dugaan kejahatan korporasi yang dilakukan PT DGI.

Menurut pengacara Nazaruddin, Rufinus Hutauruk, ini seakan menegaskan dugaannya yang pernah mencium kejahatan korporasi yang dilakukan PT DGI.


"Pertanyaannya begini, kalau ada kejahatan yang dilakukan anggota perusahaan, bagaimana pertanggungjawaban direksi. Lalu bagaimana mungkin direksi dan komisaris tidak mengetahui, apakah tidak pernah ada pertanggung jawaban," kata Rufinus kala dihubungi Rakyat Merdeka Online, Jumat (20/4).

Sebelumnya, Rufinus meminta pihak terkait mengusut apakah suap yang dilakukan PT Duta Graha Indah (DGI) kepada beberapa pihak untuk mendapatkan proyek Wisma Atlit Palembang termasuk kejahatan korporasi atau tidak.

"Jika ada sebuah korporasi menyogok untuk dapat proyek, ini kejahatan perorangan atau kejahatan korporasi," katanya.

"Lalu kalau benar terjadi kejahatan korporasi, siapa yang harus bertanggung jawab. Apakah cuma El Idris (Manajer Marketing PT DGI) dan Dudung Purwadi saja," sambungnya.

Rufinus menyangsikan kalau yang terlibat hanya Dudung Purwadi dan El Idris saja. Karena, sambung Rufinus, Nazaruddin pernah bercerita bahwa pemegang saham PT DGI Bambang Tri dan Komisaris PT  DGI Sandiaga Uno terlibat dalam kasus ini. "Dan ini yang harus ditelusuri," tegasnya. [arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya