Berita

ilustrasi

Bisnis

Beban Listrik PLN Jamali Mencetak Rekor

JUMAT, 20 APRIL 2012 | 08:57 WIB

RMOL. Dalam sepekan ini, beban pun­cak listrik PLN terus menembus rekor. Rabu (18/4), beban puncak listrik di Jawa-Madura-Bali (Jamali) tem­bus  rekor 20.172 mega watt (MW).

“Melesatnya angka beban pun­cak pemakaian listrik yang terjadi dalam hitungan hari itu kemung­kinan besar dise­bab­kan pening­katan jumlah kon­sumsi listrik oleh para pelanggan PLN karena faktor cuaca akhir-akhir ini yang sangat panas. Hal ini memicu orang untuk menya­la­kan AC (Air Conditioner) atau alat pendingin lainnya yang meng­konsumsi listrik cukup besar,” jelas Mana­jer Senior Ko­mu­nikasi Korporat PLN Bam­bang Dwi­yan­to, ke­marin.

Bambang mengatakan, angka be­ban puncak listrik kemarin kem­bali memecahkan rekor yang terjadi pada Senin awal pekan ini yang angkanya menembus 19.903 MW.

Angka rekor beban puncak listrik PLN tersebut lebih tinggi da­ri rencana perkiraan beban pun­cak yakni sebesar 20.000 MW. Meski demikian, sistem ke­lis­trikan Jawa-Bali masih me­nyisakan cadangan daya sebesar 352 MW.

Kendati begitu, proyek pem­ba­ngungan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN dipas­ti­kan dapat segera beroperasi. Pem­bangunan PLTU di Kupang ini untuk mengurangi ketergan­tungan bahan bakar minyak (BBM).

PLN pun terus berupaya mem­per­cepat penyelesaian proyek pembangunan PLTU 10 ribu me­ga watt tahap pertama (fast track program/FTP 1). “Saat ini pro­gress pem­ba­ngunan proyek telah men­capai 80 persen,” kata Direk­tur Utama PLN Nur Pamudji.

Adapun biaya investasi untuk pem­bangunan PLTU yang ber­lokasi di Desa Bolok, Kabupaten Ku­pang ini sebesar Rp 450 miliar dan bersumber dari anggaran PLN. Kebutuhan batubara PLTU Bo­lok diketahui sebesar 19 juta ton per tahun dan akan dipasok dari Kalimantan.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya