Berita

jusuf kalla/ist

Golkar Saat Ini Tak Mau Ulangi 'Kesalahan' Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla

KAMIS, 19 APRIL 2012 | 09:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar memutuskan mempercepat Rapat Pimpinan Nasional dari bulan Oktober ke bulan Juli tahun 2012 ini. Salah satu agendanya adalan penetapan siapa calon presiden yang akan diusung oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ketua Dewan Pelaksana Balitbang DPP Partai Golkar Indra J. Piliang kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 18/4), mengungkapkan, ada dua alasan kenapa partainya memajukan jadwal pelaksanaan Rapimnas.

"Pertama Golkar sekarang dalam posisi kuat. Artinya secara konsolidasi organisasi sudah maksimal dan posisi kita di survei juga di atas. Nah, akan sulit sekali kalau proses pengambilan keputusan yang penting seperti pilpres ini dijalankan, seandainya, elektabilitas Partai Golkar lagi di bawah," ungkapnya.

Kedua, hal ini berkaca pada pengalaman penetapan capres pada pilpres 2004 dan 2009. Pada kedua Pilpres itu, Golkar menetapkan calon pada bulan Mei 2004 dan 2009. Hanya sekitar tiga bulan tiga bulan waktu tersedia untuk menggerakkan mesin partai sebelum pemilihan, pada bulan Juli. Pada 2004, di masa kepemimpinan Akbar Tanjung, Golkar mendukung pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Sedangkan pada Pilpres 2009, Golkar mengusung ketua umumnya saat itu, Jusuf Kalla berpasangan dengan Wiranto.

"Ini kita sekarang diberikan waktu yang sangat luas, yaitu 2 tahun. Sekalipun nanti keputusan finalnya harus diputuskan usai Pileg 2014. Tapi kalau dari sekarang seluruh fungsionaris, anggota Fraksi Golkar, dan seluruh calon-calon anggota DPR, dan DPRD bergerak untuk Pilpres, maka waktu yang kita miliki, lumayanlah," ucap mantan peneliti CSIS ini.

Karena itu, Indra menampik percepatan pelaksanaan Rapimnas ini untuk menjegal calon lain, selain Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"Kalau itu pertanyaannya, dulu Pak JK melakukan yang sama atau tidak. Kalau calonnya satu, yang lain memang tidak bisa. Jadi penjegalan itu terlalu didramatisir. Tapi, sekarang Ketua Umumnya Bang Ical dan secara struktural bergerak. Banyak itemlah yang bisa dipenuhi sehingga kemungkian terbesar yang akan didukung Bang Ical. Sekalipun putusan resmi setelah Pemilu 2014," jawabnya.  [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya