ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Kendati merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar, tetapi Indonesia masih di bawah Malaysia dalam meÂmanÂfaatkan produk halal lokal mauÂpun dunia. Akibatnya, InÂdoÂnesia menjadi pasar potensial bagi produk halal dari Malaysia, Thailand, Cina yang saat ini memÂbanjiri supermarket serta pasar tradisional dalam negeri.
Untuk meningkatkan kesaÂdaran Muslim Indonesia akan proÂduk halal, maka pemerintah mengÂgelar Indonesia Halal BuÂsiness dan Food Expo (3rd IHBF Expo), yang akan digelar pada 20-23 Juli mendatang. Pameran ini merupakan yang ketiga kaliÂnya digelar di Jakarta.
Ketua Presidium Ikatan CenÂdiÂkiaÂwan Muslim Indonesia (ICMI) Nanat Fatah Natsir meÂngatakan, konsumsi produk syariah tidak saja kewajiban Muslim, tapi juga menjamin kehidupan lebih baik.
“Kesadaran masyarakat MusÂlim akan mempercepat IndoÂnesia menjadi tuan rumah bagi produk halal dan bisnis syariah dalam neÂgeri, serta menjadi pemasok keÂbutuhan produk halal dunia yang terus mengalami peningkatan,†ujarnya di Kantor Kementerian AgaÂma, Jakarta, kemarin.
Dia menambahkan, berbagai produk halal dan perusahaan berÂbasis syariah di dunia, seperti Malaysia sering melakukan proÂmosi produknya di Indonesia. SaÂyangnya, selama ini Indonesia haÂnya menjadi pasar produk asing, sehingga secara tak sadar konsumen Indonesia mengÂhidupi pekerja di Negeri Jiran ini. Hal ini akan berlangsung terus bila pemÂbangunan kesadaran masyarakat dan peningkatan potensi pelaku usaha lokal tidak diupayakan seÂcara serius.
Sementara itu, Ketua penyeÂlenggara 3rd IHBF Expo Rifda Amarinda menuÂturÂkan, acara tersebut akan diikuti peÂlaku proÂduk makanan, minumÂan, bumbu, herbal, obat-obatan, proÂduk kemasan, asuransi syaÂriah, perbankan syariah, toilet, kosÂmetika, busana, tas, sepatu dan furÂnitur. “Ada juga dari konÂsultan produk halal, konÂsultasi kasa keuangan syariah dan lainnya,†imbuhnya.
Data 2011 menunjukkan, poÂpulasi umat Muslim dunia sudah mencapai 1,7 miliar jiwa, dimana tingkat konsumsi produk halal transaksi sudah mencapai Rp 125,5 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39