Berita

ilustrasi, tki

Bisnis

Pengusaha Pengelola TKI Keluhkan Dualisme Aturan

Kalau Mau Aman, Pemerintah Mesti Perhatikan Input Kadin
RABU, 18 APRIL 2012 | 08:20 WIB

RMOL.Dualisme peraturan masalah peng­e­lolaan tenaga kerja Indonesia (TKI) se­ring membuat pusing pengusaha.

Menurut Ketua Umum Ka­mar Dagang dan Industri (Ka­din) Indonesia Suryo Bambang Su­listo, penanganan maupun regu­lasi TKI masih memerlukan per­baikan mendasar. Karena itu Ka­din Indonesia merasa perlu memberikan dukungan dan so­lusi agar sektor ketenaga­kerjaan da­pat ditata dengan baik serta efektif.

“Kadin menyadari, TKI bukan sebagai objek saja dan semesti­nya dikelola dengan baik. Saya prihatin kondisi TKI kita di luar negeri banyak yang  mem­pri­ha­tinkan,” ujar SBS, sapaan Suryo Bambang Sulisto saat pertemuan dengan sejumlah pimpinan Peru­sahaan Jasa Te­naga Kerja Indo­nesia (PJTKI), terkait Penanga­nan Kekisruhan Penempatan TKI ke Luar Negeri, di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, SBS berjanji, Kadin  akan mencari solusi terbaik meng­ingat fungsinya sebagai  mitra peme­rintah dalam men­dorong inves­tasi ekonomi yang kondusif.

“Saya berharap Kemenaker­trans (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) mendengar masukan kami, dapat menata ke­lola dengan baik serta memberi­kan arahan ke asosiasi terkait ke­tenagakerjaan. Masalah kete­na­ga­kerjaan ditata baik, karena mereka ada­lah sebagai pahlawan devisa,” jelas SBS.

Pada kesempatan itu, Perusa­haan Pelaksana Penempatan Te­naga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) mengungkapkan ten­tang permasalahan yang mereka hadapi mengenai pengelolaan TKI.

Mereka mengeluh rumitnya kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) selaku operator dan Kemena­ker­trans selaku regulator.

“Kami saat ini memiliki dua­lisme antara BNP2TKI dan Ke­me­nakertrans. Karena sering mem­buat peraturan yang berten­tangan yang membuat kita bi­ngung serta Kemlu (Kementerian Luar Negeri) dan Kemenaker­trans, sering berebut masalah TKI. Tapi tidak pernah selesai,” ujar anggota IMMA (Indonesia Middle East Manpower Associa­tion) Taufik M Badris.

Menurutnya, masalah morato­rium (pemberhentian sementara pengiriman) TKI juga menjadi keluhan para pengusaha pengirim dan penempatan TKI ke negara-negara Timur Tengah. Selain itu, Taufik juga menyebut pengusaha PPTKIS sering disudutkan terkait masalah yang menimpa para TKI.

“Hanya 0,000 sekian persen TKI yang bermasalah padahal lebih banyak TKI yang berhasil. Kami (pengusaha PJTKI) sebagai pengusaha penerbit pahlawan devisa (TKI) jarang disebut oleh pemerintah. Malah kami malah sering diberitakan negatif di me­dia,” sesalnya.

Padahal, tambah Taufik, TKI yang ditempatkan di luar negeri diklaim telah diasuransikan de­ngan premi sebesar Rp 400 ribu per bulan.

“Sehingga jika terjadi sesuatu kepada TKI akan ada yang me­nanggung pembiayaannya. Ini untuk meminimalisir dampak dari pemberitaan-pemberitaan miring terhadap PJTKI,” imbuhnya.

Menanggapi masukan dan keluhan dari para pengusaha PPTKIS, yang juga berada di ba­wah naungan Kadin Indonesia, SBS mengatakan, akan serius menresponsnya.

“Kadin Indonesia ingin mem­bantu IMMA. Kita perlu tangani masalah yang menimpa PJTKI (asuransi dan sebagainya). Kadin Indonesia memiliki tanggung­jawab untuk menyelesaikan ma­salah yang dihadapi oleh pengu­saha PJTKI. Ini demi kepen­ti­ngan ne­gara,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya