Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Bisnis

Mau Kucurin Subsidi Transportasi Kok Tunggu Harga BBM Naik Sih

Dirjen Hubda: Dana Rp 5 Triliun Masih Tersimpan
MINGGU, 15 APRIL 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjamin subsidi untuk transportasi sebesar Rp 5 triliun akan disimpan pasca pembatalan rencana kenaikan harga BBM subsidi.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat (Hubda) Kemenhub Suroyo Alimoeso, dengan ditundanya kenaikan harga BBM otomatis subsidi transportasi juga ditunda.

“Tapi dana Rp 5 triliun itu tidak akan dikemana-manakan. Dana tersebut akan disimpan terlebih dulu sebelum adanya kenaikan BBM bersubsidi,” katanya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski begitu, Kemenhub akan terus berupaya membantu ang­kutan umum. Yang paling penting bagaimana melakukan pere­majaan angkutan.

Suroyo berpendapat, pere­majaan dan pembangunan in­frastruktur baru bisa dilakukan jika ada kenaikan BBM subsidi.

“Kalau tidak ada kenaikan, subsidi itu mandek. Tetapi pere­majaan itu akan kita coba dengan cara lain. Kita akan berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk mem­perbaiki angkutan umum pasca ditundanya kenaikan BBM,” jelasnya.

Dia mencontohkan pe­ngem­ba­ngan infrastruktur pelabuhan pe­nyeberangan Merak-Ba­kau­heni yang akan terus dilakukan. Dian­taranya pembangunan Der­maga VI yang sudah masuk pro­ses fi­nalisasi. Proyek ini meru­pakan sa­lah satu cara untuk meng­an­ti­si­pasi per­tumbuhan arus penumpang.

Pengamat transportasi dari Uni­versitas Trisakti Yayat Su­priatna menilai, pemerintah ter­lambat membangun infrastruktur trans­portasi. Begitu juga dengan pem­ben­tukan sistem transportasi ang­kutan massal sebagai salah satu kunci pengurangan subsidi BBM.

“Pemerintah harusnya sudah sejak awal mengambil ancang-ancang mengurangi subsidi yang diikuti perbaikan,” kata yayat.

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan efisiensi ang­garan secara besar-besaran. Khu­susnya pada anggaran yang di­anggap tidak mendorong kinerja prestasi dalam layanan publik.

Untuk itu, dia menyarankan pemerintah sigap menanggapi pembangunan dan peremajaan transportasi meski risiko po­litiknya sangat besar.

“Pembangunan sarana dan prasarana transportasi telat lan­taran tidak ada niat dari pe­me­rintah. Masa subsidi transportasi ngucur nunggu kenaikan BBM subsidi,” sindirnya.

Anggota Komisi V DPR Saleh Husein mengingatkan pe­me­rin­tah terkait keterlambatan pem­ba­ngunan infrastruktur transportasi akibat penundaan subsidi trans­portasi. Dia mendesak perbaikan dan pembangunan infrastruktur transportasi seperti yang dijan­ji­kan kepada DPR terus dilakukan.

“Pemerintah harus tetap me­la­kukan pembangunan inf­ra­struk­tur sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan dengan baik,” kata Saleh.

Terkait subsidi transportasi yang tertunda, Saleh meng­ang­gap itu merupakan kompensasi ke­naikan harga BBM bersubsidi yang lebih banyak ditujukan ke­pada penambahan dana public ser­vice obligation (PSO) dan insentif bagi angkutan umum. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya