Berita

ilustrasi, Pertambangan

Bisnis

Australia Pererat Kerja Sama Pertambangan

Gelar Pameran Ozmine 2012
JUMAT, 13 APRIL 2012 | 08:30 WIB

RMOL. Australia akan memamer­kan kelebihannya dalam  sektor pertambangan. Mereka akan me­lakukannya di Indonesia da­lam sebuah pameran pertamba­ngan Australia Ozmine 2012. Hal itu juga sebagai upaya negeri kang­gu­ru ini mempererat kerja sama pertambangan de­ngan Indo­nesia.

Acara yang rencananya digelar pada 17-18 April 2012 di Hotel Shangri-La Jakarta ini, secara resmi akan dibuka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik bersama Duta Besar Australia untuk Indo­nesia Greg Moriarty. Pameran itu merupakan pameran pertam­bangan terbesar dari sebelumnya

Moriarty mengatakan, lebih dari 100 organisasi Australia ter­kait dengan pertambangan akan ambil bagian dalam Oz­mine 2012. Menurutnya, peru­sahaan-perusa­haan itu mempe­kerjakan sekitar sejuta warga Indonesia yang ber­karya di in­dustri per­tam­bangan Indonesia.

“Mereka memberikan sum­bang­sih yang besar pada masya­rakat setempat melalui pelatihan, alih teknologi, program pen­di­dikan khusus dan program dan prakarsa tanggung jawab sosial perusahaan yang signifikan,” ujar Moriarty dalam jumpa pers di Jakarta Rabu sore (11/4).

Selain memamerkan kepaka­ran dan kemajuan industri per­tambangannya, melalui pame­ran tersebut pemerintah Austra­lia juga berjanji akan melaku­kan in­vestasi jangka panjang di Indo­nesia.

“Ini akan menjadi suatu ke­sempatan baik bagi Australia untuk meningkatkan investasi dalam bidang pertambangan di Indonesia dan saling berbagi pengalaman dan keahlian dalam bidang ini,” jelas Moriarty.

Dalam pameran pertambangan Ozmine 2012 kali ini juga ingin mengedepankan bagaimana Aus­tra­lia dan Indonesia dapat bekerja sama membangun dan mengem­bangkan konsep Green Mining Exploration.

“Yang dimaksud dengan Green Mining Exploration, yaitu in­dus­tri pertambangan harus di­kem­bangkan dan dikelola secara ter­buka, penuh tanggung jawab dan melibatkan semua pihak lokal dalam pengelolaan dan penga­wasannya,” ujar sang Dubes.

Menurutnya, ada sekitar 120 proyek pertambangan Australia baik kecil maupun besar di wila­yah Indonesia. Proyek itu terma­suk kemitraan maupun eksplorasi langsung.

“Hal tersebut yang menjadi ala­san kuat mengapa Australia ingin melakukan kerja sama lebih lanjut dan mendalam dengan Indonesia baik dalam hal berbagi pengetahuan, ilmu dan teknologi untuk semakin mengembangkan industri pertambangan yang lebih kontinyu atau sustainable,” tuturnya Moriarty

Sektor pertambangan bagi pe­rekonomian Australia merupakan salah satu sektor yang vital. In­dus­­tri pertambangan Australia ini menyumbang pendapatan negara sekitar 9 per­sen. Menurut Mo­riarty, pertambangan meru­pakan andalan ekonomi baik bagi Aus­tralia maupun Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya