Berita

PT Garuda Indonesia Tbk

Bisnis

Kuasi Reorganisasi Garuda Tutup Saldo Defisit Rp 6,8 T

JUMAT, 13 APRIL 2012 | 08:37 WIB

RMOL. PT Garuda Indonesia Tbk akan merealisasikan kuasi reor­ga­nisasi pada semester II 2012. Jadwal ini mundur dari rencana semula yang diharapkan selesai Juni-Juli 2012.

Tertundanya kuasi re­orga­nisasi ini dikarenakan harus menunggu persetujuan peme­gang saham dan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP).

“Jadi kita mereali­sa­si­kan­nya semester II ini,” kata Di­rektur Uta­ma Garuda In­donesia Emirsyah Satar di Jakarta, k­emarin.

Menurut dia, Garuda be­rencana melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 27 April 2012 dengan meng­agendakan persetujuan kuasi reorganisasi perseroan dan menyetujui laporan keuangan tahunan.

“Diharapkan setelah me­lakukan kuasi reorganisasi, neraca Garuda positif sehingga dapat membagikan dividen kepada pemegang saham,” jelas Emirsyah.

Adapun kuasi reorganisasi dilakukan untuk menutup saldo defisit yang berkisar Rp 6,8 triliun.

Emirsyah menyatakan, se­telah kuasi reorganisasi selesai, maka rencana pembelian kem­bali (buyback) saham dapat direalisasikan.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan sebelumnya pernah meng­ung­kapkan rencana kuasi reor­ga­nisasi ini akan menggunakan laporan keuangan 2011.

Terkait pelaksanaan kuasi reorganisasi ini, ada dua laporan keuangan yang akan di­se­rah­kan, yaitu laporan keuangan tanpa kuasi dan laporan ke­uangan yang dilakukan sean­dainya dilakukan kuasi.

Untuk meningkatkan kinerja pada 2012, Garuda meng­ang­garkan belanja modal (capex) 400 juta dolar AS setara Rp 3,63 triliun. Belanja modal ini diper­oleh perseroan dari kombinasi kas internal sebesar 60-70 persen dan sisanya berasal dari eksternal. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya