Berita

ilustrasi, kelapa sawit

Bisnis

Pengusaha Sawit Minta Kepastian Soal RTRW

JUMAT, 13 APRIL 2012 | 08:14 WIB

RMOL. Pemerintah segera menye­lesaikan persoalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bagi areal untuk pembangunan per­kebunan kelapa sawit.

Menteri Kehutanan (Men­tan) Zulkifli Hasan mene­gas­kan, persoalan tata ruang akan se­ge­ra di­se­lesaikan. Seperti yang ter­ja­di di Kalimantan Tengah.

Zulkifli menjelaskan, per­so­alan tata ruang ada dua jenis, yaitu soal ketelanjuran dan murni pelang­garan. “Bagi areal yang masuk ka­tegori kete­lan­juran akan segera di­se­le­sai­kan,” imbuh dia, kemarin.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menjamin  revisi Peraturan Menteri Per­tanian (Permentan) Nomor 26 tahun 2007 akan melibatkan pelaku usaha kelapa sawit agar mendapat masukan yang se­imbang dan komprehensif.

Menurut Suswono, peme­rintah tidak memaksakan mem­bangun kebun plasma bagi kebun-kebun lama yang sudah tidak lagi me­miliki lahan. Namun pengusaha bisa meng­gantikan kebun plasma dengan program Corporate So­cial Responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar.

Ketua Umum Gabungan Pe­ngusaha Kelapa Sawit Indo­nesia (Gapki) Joefly J Bah­roeny me­minta pemerintah mem­per­cepat penyelesaian persoalan yang ber­kaitan de­ngan RTRW, yang justru sering merugikan anggota Gapki.

“Gapki sangat berharap per­soalan RTRW bisa diprio­ri­taskan pemerintah untuk dise­lesaikan agar anggota Gap­ki mendapat kepastian hukum da­lam menjalankan investasi di industri kelapa sawit,” katanya.

Sementara dalam Munas Gapki ke-VIII di Bandung, kemarin, Menteri Koordinator Per­eko­no­mian Hatta Rajasa mengatakan, terkait dengan RTRW, pemerintah tidak ingin dan tidak memper­bolehkan ada peraturan yang retroaktif. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya