Berita

david cameron/ist

Perdana Menteri Inggris Berkali-kali Sebut Indonesia Bisa Memimpin Dunia

KAMIS, 12 APRIL 2012 | 09:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ada empat ancaman serius yang jika tidak diatasi akan membuat Indonesia sebagai negara berkembang terjegal menjadi negara besar di Asia Tenggara maupun dalam percaturan global.

Begitu disampaikan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, saat memberikan kuliah umum di Universitas Al-Azhar Jakarta beberapa saat lalu (Kamis, 11/4).

Empat ancaman tersebut, kata dia, adalah korupsi, kekerasan, demokrasi lawan Islam serta toleransi dan perbedaan.


Dalam kesempatan ini, Cameron mengatakan lebih dari lima kali kalau Indonesia bisa memimpin dunia.

Sementara terkait jalannya pemerintahan, Cameron menilai, pemerintahan SBY sudah banyak menciptakan kemajuan baik di bidang politik, ekonomi dan sosial. Namun, catatnya, perlu dilakukan pemberantasan korupsi lebih serius lagi.

"KPK, kepolisian dan pengadilan harus dapat bekerjasama melawan korupsi," kata Cameron di hadapan civitas akademika Universitas Al-Azhar Jakarta.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya