Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Perumnas Siap Bangun 1.000 Rumah Wartawan di Depok

KAMIS, 12 APRIL 2012 | 08:09 WIB

RMOL.Program rumah murah untuk wartawan yang dicanangkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Citayam, Depok, Jawa Barat hingga kini belum jelas. Jangan sampai program hunian ini abal-abal dan tidak layak huni.

Direktur Pemasaran Perum­nas Teddy Robinson mengaku siap membangun 1.000 unit rumah untuk wartawan. Pe­rumahan ini masuk kategori pro­gram pem­bangunan rumah mu­rah untuk masyarakat ber­peng­ha­silan ren­dah yang ditargetkan pe­merintah rampung hingga akhir 2014.

“Sebenarnya, secara resmi be­lum ada perintah untuk me­m­bangun ­proyek tersebut dari pemerintah. Tapi, Perumnas selaku BUMN siap kapanpun membangun hunian tersebut jika memang dipercaya,” kata Teddy di Jakarta, kemarin.

Dalam program rumah murah ini, Perumnas mengaku tidak akan rugi meskipun proyek hu­nian tersebut cuma dianggarkan senilai Rp 45 juta per unit.

Ia juga menjamin kualitas kons­truksi rumah murah yang mau dibangun tetap kokoh layak­nya perumahan yang nyaman dihuni. “Saya kira infrastruktur lahan yang disiapkan pemerintah itu nggak bakal merugikan Pe­rum­nas. Ada untungnya, meski tidak besar,” katanya.

Yang jelas, lanjutnya, program ini cukup baik untuk membantu wartawan yang belum memiliki ru­mah. Teddy berharap peme­rin­tah bisa segera merealisasikan program tersebut dengan cepat.

Menanggapi rencana proyek 1.000 rumah tersebut, Ketua Umum DPP REI Setyo Ma­harso berkata lain. Ia menga­ta­kan, rumah murah untuk warta­wan maupun masyarakat ber­pe­ng­h­asilan rendah (MBR) senilai Rp 45 juta per unit itu sulit di­wujudkan.

“Kalau rumah seharga Rp 45 juta nggak bisa dibangun. Nggak tahu, kalau Menpera mau nam­ba­hin. Padahal, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peru­ma­han (FLPP) khusus untuk tipe 36 itu minimal Rp 70 juta,” ujarnya.

REI menambahkan, jangan sam­pai program tersebut jadi proyek abal-abal dan tidak layak dihuni.

Sementara itu, Deputi Pemb­ia­yaan Kemenpera Sri Hartoyo op­timistis rumah murah wartawan bisa diwujudkan. Namun, Sri belum bisa memastikan kapan rumah murah wartawan ini bisa dibangun.

“Untuk lahan kami sudah ada. Tinggal menunjuk pe­ngem­bang­nya yang akan mem­bangun pro­yek perumahan ini. Ke­­mung­kinan besar, Perumnas akan digandeng untuk mem­bangun rumah tersebut,” ungkap Sri.           

Seperti diketahui, Menpera Djan Faridz berencana mem­ba­ngun sekitar 1.000 rumah bagi para wartawan di daerah Citayam dan Depok. Menurut bekas se­nator DKI Jakarta ini, pem­ba­ngunan perumahan bagi warta­wan merupakan salah satu arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena tidak semua kuli disket sudah punya rumah yang layak huni.

“Rumah untuk wartawan ini harganya Rp 45 juta, dengan cicilan sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per bulan. Tentunya, cicilan rumah ini lebih rendah dari­pada mencicil motor sehing­ga tidak memberat­kan,” ujar­nya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya