Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Agar Imbang, Menperin Genjot Industri Kecil di Luar Jawa

RABU, 11 APRIL 2012 | 08:17 WIB

RMOL.Kementerian Perindustrian (Ke­menperin) berusaha mening­katkan produksi Industri Kecil Menengah (IKM) di luar Pulau Jawa. Selama ini, IKM hanya tum­buh berkembang sebagian be­sar di Pulau Jawa.

Menteri Perindustrian MS Hida­yat mengatakan, Kemenpe­rin mengharapkan penyebaran IKM di Pulau Jawa menjadi 60 persen dan 40 persen di luar Pu­lau Jawa pada 2014.

“Saat ini keberadaan IKM yang berjumlah 3,8 juta unit memiliki sebaran 75 persen di Pulau Jawa. Untuk meningkatkaan IKM di luar Jawa, pemerintah mengaju­kan pemberian kredit usaha rak­yat (KUR). Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan infra­struk­tur di luar Jawa,” ujarnya dalam seminar ‘Pengembangan Wirausaha Baru Industri’ di Ke­menterian Perindus­trian, Ja­karta,  kemarin.

Menurut Hidayat, IKM me­miliki ketangguhan terhadap gon­­cangan perekonomian glo­bal, karena memiliki kemam­puan me­nyerap tenaga kerja yang besar dan membuka pe­luang usaha da­lam.

Hidayat menjelaskan, untuk mengisi ketidakseimbangan antara Pulau Jawa dan luar Jawa diperlukan pengembangan ke­wirausahaan untuk memperkuat kemampuan IKM, agar menjadi wirausaha yang mandiri dan pro­fesional.“Secara garis besar pen­ciptaan wirausaha baru dila­kukan dua pen­dekatan, ber­da­sarkan de­sain dan pendekatan jalur cepat,” jelas Hidayat.

Untuk pendekatan melalui de­sain, menurut Hidayat, diperlu­kan serangkaian kegiatan re­kruit­men seperti pelatihan dan ma­gang. “Tentunya pemberian mo­dal usaha sebelum orang men­jadi wirausaha,” imbuh dia. Sedang­kan pendekatan jalur ce­pat, di­lakukan melalui serang­kaian ke­giatan dengan pelatihan dan diiri­ngi pemberian fasilitas peralatan produksi atau modal kerja.

“Dalam dua tahun terakhir (2010-2011) telah dilakukan pe­la­tihan dan pemberian mesin atau peralatan untuk menum­buh­kan sebanyak 1.839 wirausaha baru,” kata Hidayat.

Karena itu, pihaknya akan me­­la­kukan upaya-upaya dalam rangka mem­bantu IKM untuk mening­katkan daya saing.

Di antaranya, me­lalui pem­be­rian KUR, pening­katan ke­mam­puan teknologi me­lalui program restrukturisasi me­sin, peningka­tan kemampuan SDM melalui ber­bagai pelatihan, fasili­tasi serta pendampingan, sistem jaminan mutu dan kea­manan pangan dan hal lain dalam rangka peningka­tan akses pasar.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hassan ber­harap, pemeratan usaha kecil di daerah lebih cepat. Hal ini se­kaligus untuk meningkatkan daya saing UKM di tengah gem­puran produk impor. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya