Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Dulu Semen Gresik Kini Semen Garuda

SELASA, 10 APRIL 2012 | 08:10 WIB

RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan segera mengubah nama PT Semen Gresik Tbk menjadi Se­men Garuda. Hal ini dila­kukan setelah perusahaan pelat merah itu resmi menjadi induk usaha alias holding company bagi seluruh BUMN semen.

Saat ini, seluruh BUMN se­men akan didorong untuk eks­pansi guna mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi. Dah­lan percaya, dengan terus mela­ku­kan investasi di segala bi­dang, pertumbuhan ekonomi akan terjaga.

“Ekspansi pabrik semen di Sumatera bukan hanya dila­kukan grup Semen Gresik. Tapi juga oleh BUMN lain, PT Se­men Baturaja di Sumatera Se­latan. PT Semen Baturaja tahun ini go public. Punya ke­mam­puan untuk ekspansi,” kata Dah­lan seperti dikutip dari situs Kementerian BUMN, kemarin

“Grup Semen Gresik me­mang punya kemampuan luar biasa untuk melakukan eks­pansi. Unit 4 Semen Tuban itu misalnya, sama sekali tidak menggunakan dana dari bank. Semua menggunakan dana sen­diri. Unit 5 Semen Tonasa yang semula direncakan 70 persen dana perbankan, tidak jadi di­pakai seluruhnya,” jelasnya.

Dahlan mengatakan, Semen Baturaja akan membangun pabrik yang kedua dengan ka­pasitas 1,5 juta ton per tahun, dimulai tahun ini untuk mem­berikan dorongan per­kem­ba­ngan ekonomi Su­ma­tera. Apa­­­­lagi tahun depan ba­nyak se­kali pembangkit listrik yang sudah jadi.

“Dua hambatan dasar terbe­sar untuk pembangunan terata­si. Jalan tol pun dimulai diba­ngun di Sumatera. Semua itu akan membuat pembangunan di Su­matera tidak akan bisa tertahan lagi,” jelasnya.

Dahlan mengatakan, grup Semen Gresik sudah bisa men­­jadi contoh BUMN yang ber­kelas dunia. Bukan saja segera menjadi yang terbesar di Asia Teng­gara tapi juga punya kesi­a­pan berkembang di segala bidang.

Bahkan, Semen Gresik sudah mampu membangun pabrik modern dengan cara swa kelola. Unit 4 Semen Tuban dan unit 5 Semen Tonasa yang termodern itu, misalnya, dibangun sendiri oleh orang-orang Grup Semen Gresik. Untuk mencapai tahap ini, BUMN seperti Pertamina atau PLN pun masih tertinggal jauh. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya