Berita

ilustrasi, Rumput Laut

Bisnis

KKP Genjot 5,1 Juta Ton Produksi Rumput Laut

Ekspor Sampai Ke Eropa
SELASA, 10 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatan produktivitas ke­lautan dan perikanan secara ter­padu tahun ini. Salah satunya me­lalui kebijakan industrialisasi per­ikanan budidaya.

Menteri Kelautan dan Per­ika­nan Sharif Cicip Sutardjo me­ngatakan, industrialisasi per­ikanan budidaya merupakan upa­ya untuk meningkatkan pro­duk­tivitas, nilai tambah dan daya saing. Menurutnya, KKP telah menetapkan empat komoditas industrialisasi untuk perikanan budidaya, yaitu udang, bandeng, patin dan rumput laut.

“Khusus untuk budidaya rum­put laut, potensinya cukup besar untuk dikembangkan,” ujar Cicip saat acara panen raya rumput laut di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (7/4).

Cicip menjelaskan, budidaya rumput laut menggunakan modal kerja yang relatif kecil dengan teknologi yang sudah dikuasai serta masa tanam yang relatif pendek, yaitu sekitar 45 hari. Hal itu memungkinkan usaha bu­didaya rumput laut dapat me­ningkatkan pendapatan masya­rakat setempat sekaligus me­nye­rap banyak tenaga kerja.

“Potensi budidaya rumput laut sangat besar, karena panjang ga­ris pantai Indonesia mencapai 95.000 kilometer, sehingga ke depan komoditas itu akan men­jadi fokus pengembangan.Untuk tahun ini, KKP menargetkan produksi rumput laut 5,1 juta ton serta menjadikan Indonesia se­ba­gai produsen utama rumput laut di dunia,” jelas menteri asal Partai Golkar ini.

Berdasarkan data KKP, pada 2011 produksi rumput laut In­do­ne­sia secara keseluruhan men­capai 4.305.027 ton. Sebanyak 95.200 ton merupakan produksi rumput laut jenis glacilaria sp kering. Tahun 2011 Indonesia juga telah meng­ekspor agar-agar (hasil olahan rum­put laut) sebesar 1.827 ton de­ngan nilai total 12,6 juta dolar AS.

Menurut Cicip, selama ini rum­put laut Indonesia diekspor ke China dan Eropa. Ia me­ngakui, volume ekspor rumput laut saat ini masih kecil. Selain itu, in­dustri pengolahan rumput laut di dalam negeri juga masih ke­ku­rangan pasokan.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya