Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Target Swasembada Daging Kok Terlalu Dipaksakan Sih

Mentan Tidak Tahu Kondisi di Lapangan
SENIN, 09 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Pemangkasan kuota impor daging masih meresahkan pengu­saha. Komite Daging menilai, Ke­menterian Pertanian (Kementan) tidak paham kondisi lapangan.

Hal itu disampaikan Ketua Ko­mite Daging Sapi DKI Jakarta Sar­man Simanjorang. Dia me­ne­gaskan dukungan pengusaha ter­hadap swasembada daging yang diusung pemerintah. Namun, kenyataannya stok daging di la­pa­ngan, khususnya di sentra pro­duksi Jawa Timur tidak ada.

Menurut Sarmab, swasembada daging me­mer­lukan persiapan secara ma­tang dan bertahap. Ti­dak bisa se­cara mendadak me­mangkas kuota impor dari 110 ribu ton menjadi 34 ribu ton.

“Kami sangat menyayangkan Ke­mentan tidak responsif ter­ha­dap kelangkaan daging. Swa­sem­bada daging yang ditarget­kan bi­sa terpenuhi pada 2014 ter­lalu di­paksakan. Pada kenyata­an­nya, stok di sentra produksi tidak ada,” curhat Sarman.

Menurutnya, swasembada ha­rus dilakukan secara bertahap de­ngan dimulai keberhasilan swa­sembada pada satu provinsi. Pe­merintah saat ini mengklaim me­miliki stok 14,8 juta sapi namun tidak jelas keberada­an­nya.

Langkanya stok daging sapi me­ngakibatkan harga daging me­lambung tinggi, bahkan sudah mencapai Rp 80 ribu per kilo­gram (kg). Pihaknya kha­watir dampak itu akan sangat me­mukul usaha ke­cil menengah (UKM) seperti tu­kang bakso.

“Ke depannya, kita minta Ke­mentan cukup mengolah pro­duksi saja dan tidak menentukan kuota impor. Selama ini, Ke­mentan me­ngolah dari hulu ke hi­lir tapi me­reka tidak tahu kondisi la­pangan,” kritik Ketua Dewan Pe­ngu­rus Pu­sat Himpunan Pengu­sa­ha Pri­bumi Indonesia (Hippi) itu.

Wakil Ketua Komite Daging Sapi DKI Jakarta Ahmad Hadi me­nuturkan, program swasem­ba­da daging telah gagal dua kali, yak­ni tahun 2005 dan 2009. Di­a meragukan swasembada da­ging 2014 bisa tercapai pasca pe­mangkasan kuota impor da­ging, pengaturan daging semester I justru diberikan alokasi lebih be­sar daripada semester II. Hal ini menunjukkan tidak pahamnya pemerintah terhadap kebutuhan daging masyarakat yang akan me­ningkat saat puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang ter­dapat pada semester II.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita khawatir, jika puasa dan Le­baran nanti terjadi kelangkaan pa­sokan daging, harganya bisa lebih tinggi lagi. Kita sudah su­rati Men­ko Perekonomian dua ming­gu lalu, namun belum ada jawa­ban,” beber Hadi.

Menaggapi investasi daging sapi dari Australia, Sekretaris Ko­mite Daging Sapi DKI Jakarta Afan Anugroho menyambut baik. Namun, hal itu merupakan solusi jangka panjang. Saat ini, kelang­kaan daging sudah sangat men­desak. Investasi dari Australia di­nilai baru akan berjalan dalam waktu 5-10 tahun ke depan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya